Penelitian ini membahas integrasi rantai pasok pada proyek konstruksi di wilayah kepulauan dengan fokus Provinsi Maluku Utara. Kondisi geografis yang terfragmentasi, keterbatasan infrastruktur transportasi, serta ketidakpastian logistik menyebabkan rendahnya efisiensi proyek konstruksi. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji konsep integrasi rantai pasok, mengidentifikasi faktor kontekstual yang memengaruhi implementasinya, serta menyusun kerangka konseptual untuk wilayah kepulauan. Metode yang digunakan adalah kajian konseptual kualitatif melalui studi literatur nasional dan internasional dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan pada tiga dimensi utama yaitu integrasi internal, integrasi dengan pemasok, dan integrasi dengan pemilik proyek, serta faktor kontekstual seperti infrastruktur logistik, sistem informasi, dan dukungan kelembagaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi rantai pasok yang efektif memerlukan koordinasi adaptif, kolaborasi antar pemangku kepentingan, dan dukungan sistem informasi yang kuat. Kesimpulannya, integrasi rantai pasok berpengaruh terhadap kinerja proyek konstruksi dari aspek biaya, waktu, dan mutu, serta perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah kepulauan.
Copyrights © 2026