Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan penyebab kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal numerasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) berdasarkan perspektif Teori Newman. Teori Newman mengklasifikasikan kesalahan menjadi lima tahap: membaca (reading), memahami (comprehension), transformasi (transformation), keterampilan proses (process skills), dan penulisan jawaban akhir (encoding). Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 32 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Samarinda yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi tes soal numerasi AKM berbasis konteks budaya lokal dan pedoman wawancara berbasis Newman Error Analysis (NEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 128 lembar jawaban, kesalahan tertinggi terjadi pada tahap transformasi (37,5%), di mana siswa gagal mengubah informasi dari soal ke dalam model matematika yang tepat. Kesalahan berikutnya adalah pada tahap keterampilan proses (28,1%), terutama dalam melakukan operasi hitung pecahan dan persentase. Kesalahan memahami masalah (18,8%) disebabkan oleh ketidakmampuan menangkap makna numerasi dalam soal cerita panjang. Kesalahan membaca (9,4%) dan encoding (6,2%) tergolong rendah, namun tetap berkontribusi pada rendahnya literasi numerasi siswa. Faktor penyebab kesalahan meliputi kebiasaan belajar yang kurang reflektif, pemahaman konsep yang parsial, serta kelemahan dalam koneksi matematika dengan dunia nyata. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pendekatan Newman efektif dalam melacak letak kesalahan sistematis siswa pada soal AKM. Implikasi pedagogisnya mendorong perlunya desain pembelajaran berbasis diagnostic feedback dan penguatan literasi numerasi bertahap sesuai hierarki kesalahan Newman.
Copyrights © 2024