Kemampuan menghafal kosakata bahasa Arab merupakan fondasi penting dalam pengembangan keterampilan berbahasa pada anak usia dini. Namun, pembelajaran kosakata bahasa Arab di PAUD sering menghadapi kendala berupa rendahnya daya ingat peserta didik serta penggunaan metode pembelajaran yang kurang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan metode isyarat tangan dalam meningkatkan kemampuan menghafal kosakata bahasa Arab pada peserta didik PAUD Roudhotul Ilmi. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persentase ketuntasan belajar meningkat dari 46% pada pra-siklus menjadi 75% pada siklus I dan mencapai 93% pada siklus II; (2) nilai rata-rata peserta didik meningkat dari 58,4 pada pra-siklus menjadi 74,6 pada siklus I dan 89,2 pada siklus II; serta (3) aktivitas peserta didik dan guru mengalami peningkatan yang signifikan selama proses pembelajaran. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa metode isyarat tangan efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran kosakata bahasa Arab karena mampu mengintegrasikan aspek visual, auditori, dan kinestetik secara bersamaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan metode isyarat tangan dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab pada anak usia dini di lingkungan PAUD berbasis Islam melalui pendekatan multisensori yang sesuai dengan karakteristik perkembangan peserta didik
Copyrights © 2026