Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah meningkatkan penggunanaan internet, cloud computing, Internet of things (IoT), dan sistem informasi dalam berbagai bidang kehidupan. Kondisi, tersebut menyebabkan ancaman keamanan siber semakin kompleks dan sulit dikendalikan. Metode keamanan tradisional yang berbasis aturan statis dinilai kurang efektif dalam menghadapi serangan modern seperti phishing, ransomware, malware, distributed denial of service (DDoS), dan serangan berbasis kecerdasan buatan. Artificial Intelligence (AI) hadir sebagai solusi baru dalam meningkatkan sistem keamanan siber melalui kemampuan analisis data secara cepat, deteksi ancaman secara real-time, serta otomatisasi respons keamanan. Namun, di sisi lain AI juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menciptakan serangan yang lebih canggih seperti deepfake, adversarial attack, dan malware otomatis. Artikel ini mengunakan metode studi pustaka dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah, buku, dan laporan cybersecurity terkait penerapan AI dalam keamanan siber. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI memiliki peran ganda sebagai solusi sekaligus ancaman dalam cybersecurity. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sistem keamanan berbasis AI yang lebih adaptif, aman, dan mampu menghadapi perkembangan ancaman siber di masa depan.
Copyrights © 2026