Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan sanitary landfill dalam pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Karua, Kabupaten Toraja Utara, mengidentifikasi dampak lingkungan yang ditimbulkan, serta merumuskan strategi pengelolaan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Informan penelitian berjumlah 17 orang, terdiri atas unsur Dinas Lingkungan Hidup, Satuan Polisi Pamong Praja, Pemerintah Lembang Karua, pengepul, dan masyarakat sekitar TPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sanitary landfill di TPA Karua belum berjalan optimal. Kelemahan utama terlihat pada aspek perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, pengarahan, dan pengawasan, serta belum maksimalnya sarana dan prasarana pendukung seperti sistem pengendalian lindi, pemadatan, penutupan sampah, dan pengawasan operasional. Dampak negatif masih dirasakan masyarakat, terutama bau, potensi pencemaran air, rembesan lindi, dan penurunan kualitas lingkungan. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan infrastruktur, kapasitas pengelola, pengawasan lingkungan, partisipasi masyarakat, dan penerapan strategi pengelolaan terpadu agar TPA Karua lebih aman, efektif, dan berkelanjutan. This study aims to evaluate the implementation of sanitary landfill in waste management at Karua Final Processing Site, North Toraja Regency, identify its environmental impacts, and formulate more effective and sustainable management strategies. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature study. The informants consisted of 17 participants, including representatives from the Environmental Agency, Civil Service Police Unit, Karua village government, waste collectors, and communities living around the landfill. The findings show that the implementation of the sanitary landfill at Karua landfill has not been optimal. The main weaknesses are found in planning, organizing, controlling, directing, and supervision, as well as the inadequate operation of supporting facilities such as leachate control systems, waste compaction, daily cover, and operational monitoring. Negative impacts are still experienced by local communities, particularly odor, potential water pollution, leachate seepage, and declining environmental quality. This study emphasizes the need to strengthen infrastructure, management capacity, environmental monitoring, community participation, and integrated management strategies to ensure that the Karua landfill operates in a safer, more effective, and sustainable manner.
Copyrights © 2026