Aksesibilitas web merupakan dimensi kualitas digital yang krusial dalam memastikan keterjangkauan informasi bagi seluruh pengguna tanpa terkecuali, termasuk kelompok penyandang disabilitas visual, kognitif, maupun motorik. Ketiadaan aksesibilitas yang memadai pada sebuah website berpotensi menciptakan kesenjangan digital yang secara fundamental melanggar prinsip kesetaraan hak dalam mengakses informasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam dampak contrast error terhadap aksesibilitas website Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) berdasarkan standar Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.1. Evaluasi dilakukan terhadap 10 halaman web berdomai undiksha.ac.id yang mencatatkan tingkat error aksesibilitas tertinggi dari total 51 halaman yang ditelusuri, menggunakan alat Web Accessibility Evaluation Tool (WAVE) sebagai instrumen pengujian otomatis yang komprehensif. Dari keseluruhan 521 error aksesibilitas yang teridentifikasi mencakup tujuh kategori permasalahan, contrast error menempati posisi dominan dengan total 205 kasus atau setara 39,3% dari keseluruhan temuan, menjadikannya permasalahan aksesibilitas paling kritis pada website tersebut. Analisis mendalam mengungkapkan 21 pola kombinasi warna bermasalah yang bersumber dari template global website, dengan rasio kontras terendah hanya mencapai 1,81:1, jauh di bawah ambang batas minimum yang dipersyaratkan WCAG 2.1. Rekomendasi perbaikan dirumuskan mengacu pada standar Level AAA WCAG 2.1 dengan target rasio kontras minimum 7:1, yang terbukti mampu menyelesaikan lebih dari 80% kasus contrast error secara efisien melalui intervensi pada tingkat template utama website. Temuan ini menegaskan bahwa contrast error bukan sekadar persoalan estetika desain, melainkan hambatan nyata yang secara signifikan membatasi inklusivitas digital bagi pengguna dengan gangguan penglihatan dan kelompok rentan lainnya.
Copyrights © 2026