Pembelajaran IPA pada materi sistem pernapasan manusia di sekolah dasar masih terkendala oleh sifat materi yang abstrak dan keterbatasan media, sehingga berdampak pada rendahnya pemahaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan video animasi tiga dimensi sebagai media literasi IPA yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang meliputi enam tahap: concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Subjek penelitian terdiri atas ahli, guru, dan 25 peserta didik kelas V sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui angket dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media memiliki validitas sangat tinggi (1,00) pada aspek isi dan media. Kepraktisan media berada pada kategori sangat baik dengan persentase 88% (one-to-one), 94% (small group), dan 92% (field trial), serta respon peserta didik (34,36) dan guru (40) yang termasuk sangat praktis. Efektivitas media ditunjukkan melalui peningkatan hasil belajar dari rata-rata 54,99 menjadi 86,66 dengan nilai N-gain sebesar 0,70 (kategori efektif). Dengan demikian, media yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan efektif serta terbukti meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi sistem pernapasan manusia. Kata Kunci—video animasi 3D; sistem pernapasan manusia; literasi IPA
Copyrights © 2026