Shopee Express merupakan perusahaan yang memiliki jaringan operasional yang luas dengan berbagai fasilitas hub yang berfungsi sebagai pusat konsolidasi, penyortiran, dan distribusi paket. Tingginya volume paket yang ditangani pada fasilitas hub menyebabkan proses operasional berlangsung secara intensif dan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan kualitas, salah satunya adalah terjadinya kerusakan paket. Permasalahan kerusakan paket yang terjadi pada proses operasional hub perlu dianalisis secara sistematis agar penyebab utama kerusakan dapat diidentifikasi dengan tepat. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalampengendalian kualitas proses adalah Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Berdasarkan hasil penelitian SQC yang didapatkan pada diagram pareto, diketahui defect yang paling dominan terjadiadalah jenis damage Packaging rusak dengan 34,74% dan Resi rusak dengan 32,83%. Selanjutnya, berdasarkan hasil analisisFMEA diketahui bahwa penyebab kecacatan dengan nilaiRPN tertinggi pada packaging rusak adalah faktor metodeyaitu masih banyaknya sistem penumpukan yang tidak sesuai, dengan nilai Severity sebesar 9, nilai Occurance sebesar 8 dan nilai Detection sebesar 4, sehingga didapat nilai RPN sebesar288.Sedangkan nilai RPN tertinggi pada resi rusak terdapatpada faktor metode yaitu belum adanya SOP penempelanresi, dengan nilai Severity sebesar 9, nilai Occurance sebesar 8 dan nilai Detection sebesar 4, sehingga didapat nilai RPN sebesar 288. Rekomendasi perbaikan yang dapat diusulkanyaitu menerapkan standar penumpukan ukuran paket agar dapat meminimalkan kerusakan pada packaging paket dan menerapkan SOP penempelan resi secara konsisten, disertaidengan pelatihan kepada petugas agar proses penempelan residilakukan sesuai standar dan dapat meminimalkan terjadinyakerusakan resi.
Copyrights © 2026