Dalam era digital yang cepat berubah, Generasi Z menghadapi tekanan konsumsi digital yang tinggi akibat paparan iklan daring tanpa henti dan kemudahan akses platform. Penelitian ini bertujuan menyelidiki pengaruh tekanan konsumsi digital, influencer keuangan di media sosial, dan kemahiran fintech terhadap ketahanan finansial Generasi Z, dengan perilaku pengendalian konsumsi sebagai variabel mediasi. Generasi Z dinilai lebih rentan terhadap godaan konsumsi karena informasi komersial terus-menerus dan pengaruh influencer keuangan yang dapat berdampak positif atau negatif pada keputusan keuangan mereka. Studi kuantitatif ini mengumpulkan data melalui kuesioner terstruktur dari responden Generasi Z yang dipilih secara purposif. Analisis jalur digunakan untuk mengestimasi hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel, termasuk efek mediasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa literasi keuangan digital memberikan dampak positif signifikan terhadap ketahanan keuangan, sementara tekanan konsumsi digital berdampak negatif. Pengaruh influencer keuangan juga signifikan, namun sifatnya bergantung pada kredibilitas dan kualitas informasi yang disampaikan; influencer kredibel memperkuat literasi, sedangkan yang tidak kredibel memicu konsumsi berlebihan. Perilaku pengendalian konsumsi terbukti sebagai mediator efektif: ia memperkuat efek positif literasi keuangan digital terhadap ketahanan finansial, dan meredam dampak buruk tekanan konsumsi digital. Uji signifikansi mediasi mengonfirmasi peran tersebut signifikan secara statistik. Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan digital dan kemampuan mengendalikan konsumsi menjadi faktor kunci untuk memperkuat ketahanan finansial Generasi Z di tengah arus digitalisasi yang semakin masif dan kompleks. Program edukasi keuangan dan pelatihan pengendalian diri sangat diperlukan guna membekali mereka menghadapi tantangan ekosistem keuangan modern secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026