Abstrak. UMKM Tempe Ibu Ida Alisa masih menghadapi masalah terkait kualitas yang tercermin dari banyaknya produk yang tidak sesuai dengan standar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis kerusakan yang paling sering terjadi, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab, serta merancang rekomendasi perbaikan dengan memanfaatkan metode Statistical Quality Control dan Failure Mode and Effect Analysi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari total 41. 955 unit yang diproduksi, terdapat 3. 368 unit (8,03%) yang mengalami cacat, yang terdiri dari tempe keras/kering sebanyak 1. 862 unit (55,29%) dan tempe yang tidak padat sebanyak 1. 506 unit (44,71%). Hasil p-chart mengindikasikan bahwa proses produksi belum dikelola dengan baik secara statistik, sementara analisis fishbone mengungkapkan penyebab cacat yang berhubungan dengan faktor manusia, metode, bahan, mesin, lingkungan, dan pengukuran. Analisis FMEA menunjukkan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 200 terkait dengan dosis ragi, standar fermentasi, suhu fermentasi, dan waktu fermentasi. Rekomendasi perbaikan diarahkan pada standarisasi proses fermentasi, pengaturan suhu dan durasi fermentasi, serta pelatihan bagi karyawan. Kata Kunci: Pengendalian Kualitas, SQC, FMEA, Tempe.
Copyrights © 2026