Transformasi digital pada masa pandemi Covid-19 mendorong pesantren melakukan inovasi pembelajaran agar tradisi pengajian tetap berlangsung. Salah satu inovasi tersebut adalah implementasi metode bandongan virtual yang memanfaatkan media digital sebagai sarana transmisi keilmuan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi metode bandongan virtual serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di Pondok Pesantren Ma'unah Purworejo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bandongan virtual mulai diterapkan sejak pandemi Covid-19 dan tetap dilaksanakan secara rutin pada kegiatan Ngaji Posonan setiap bulan Ramadan. YouTube berfungsi sebagai media utama yang memperluas akses pembelajaran sekaligus menjadi arsip digital pengajian. Keberhasilan implementasi didukung oleh kepemimpinan pengasuh, kesiapan sumber daya manusia, perangkat digital, dan infrastruktur teknologi, sedangkan kendala utama meliputi jaringan internet, kualitas audio, dan keterbatasan interaksi peserta virtual. Penelitian ini berkontribusi memperkaya kajian digitalisasi pesantren dengan menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat mendukung keberlanjutan tradisi bandongan sekaligus memperluas akses keilmuan bagi santri, alumni, dan masyarakat.
Copyrights © 2026