Pembelajaran fisika menuntut kemampuan berpikir kreatif untuk memahami konsep abstrak dan menyelesaikan masalah kompleks, namun capaian kemampuan tersebut masih belum optimal dalam praktik pembelajaran. Model Problem Based Learning (PBL) telah banyak digunakan untuk meningkatkan kreativitas melalui aktivitas pemecahan masalah, sementara penggunaan software mind mapping berpotensi memperkuat proses kognitif melalui representasi visual dan organisasi ide. Kajian ini dilakukan menggunakan pendekatan narrative literature review terhadap 21 artikel yang relevan untuk mengidentifikasi pola hubungan antara PBL, mind mapping, dan kemampuan berpikir kreatif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa PBL secara konsisten meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dengan kategori sedang hingga tinggi pada berbagai indikator seperti fluency, flexibility, originality, dan elaboration. Integrasi mind mapping, khususnya dalam bentuk digital, menunjukkan kontribusi dalam mengorganisasi ide, mengembangkan alternatif solusi, serta memperkuat elaborasi gagasan. Meskipun demikian, jumlah penelitian yang secara langsung mengkaji integrasi keduanya masih terbatas dan implementasinya belum terstandarisasi. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan software mind mapping dalam PBL memiliki relevansi konseptual yang kuat dalam mendukung pengembangan berpikir kreatif, namun masih memerlukan penguatan bukti empiris melalui penelitian yang lebih terstruktur dan spesifik, khususnya dalam konteks pembelajaran fisika.
Copyrights © 2026