Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menetapkan prioritas risiko pada proses pengadaan di PT. Citra Lautan Biru menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis semi-kuantitatif melalui kerangka studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan penilaian ahli (expert judgement) yang melibatkan direktur operasional beserta staf terkait. Penilaian tingkat risiko diukur menggunakan parameter Severity (S) dan Occurrence (O) untuk menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN) Temuan – Hasil analisis berhasil mengidentifikasi 12 risiko yang dikelompokkan ke dalam lima kategori pengadaan. Dari keseluruhan risiko tersebut, tujuh risiko ditetapkan sebagai prioritas utama, dengan risiko yang paling kritis adalah ketidaktersediaan transportasi untuk pengantaran unit rental, yang memperoleh nilai RPN tertinggi sebesar 25. Keterbatasan penelitian – Penilaian risiko dalam penelitian ini mengandung unsur subjektivitas karena murni bersumber dari expert judgement pihak internal perusahaan tanpa melibatkan pihak eksternal. Selain itu, perhitungan RPN hanya menggunakan parameter Severity (S) dan Occurrence (O) tanpa menyertakan parameter Detectability (D), sehingga aspek kemudahan dalam mendeteksi kegagalan belum tercakup dalam analisis. Implikasi – Secara praktis, penelitian ini memberikan panduan berbasis bukti bagi manajemen perusahaan untuk mengalokasikan sumber daya pengendalian risiko secara proporsional, khususnya untuk penguatan armada pengantaran dan digitalisasi proses. Secara teoritis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur manajemen risiko pengadaan di sektor industri rental peralatan berat di Indonesia. Kebaruan – Penelitian ini menawarkan kebaruan berupa penerapan FMEA secara serentak pada lima kategori proses pengadaan dalam konteks perusahaan rental alat berat di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam, yang menghasilkan matriks risiko sebagai kerangka acuan bagi perusahaan sejenis.
Copyrights © 2026