Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK CUMI-CUMI DI PT. XYZ PPN MUARA ANGKE MENGGUNAKAN METODE SCOR Firdaus, Ray Octa; Solihin, Iin; Iskandar, Budhi Hascaryo
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 7 No. 3 (2023): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.7.3.349-357

Abstract

Cumi-cumi merupakan salah satu jenis komoditas perikanan hasil tangkapan laut yang memiliki jumlah produksi tinggi di Indonesia. Hasil tangkapan cumi-cumi didaratkan di pelabuhan perikanan, salah satunya di PPN Muara Angke yang merupakan pusat pendaratan, produksi dan pemasaran cumi-cumi di wilayah Jakarta. Produksi dan pemasaran cumi-cumi di PPN Muara Angke bergantung kepada jumlah pasokan cumi-cumi. Namun, pasokan cumi-cumi di unit pengolahan ikan (UPI) PPN Muara Angke salah satunya di PT. XYZ belum optimal dalam memenuhi pesanan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur rantai pasok cumi-cumi PT. XYZ PPN Muara Angke dan mengukur kinerja rantai pasok cumi-cumi di PT. XYZ. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) level 1. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa struktur rantai pasok cumi-cumi di PT. XYZ PPN Muara Angke sudah efisien dengan tidak ada jasa tengkulak pada proses jual beli antara perusahaan dengan nelayan. Hasil pengukuran kinerja rantai pasok cumi-cumi di PT. XYZ PPN Muara Angke masih belum optimal yang mana pada atribut kinerja reliability dengan menggunakan perhitungan perfect order fullfilment sebesar 83%, kinerja responsiveness menggunakan perhitungan order fullfilment lifetime sebesar 24-25 hari, keduanya masih di bawah nilai benchmark. Adapun kinerja flexibelity sudah mencapai nilai parity dengan nilai aktual sebesar 29-30 hari, kinerja management cost sudah mencapai nilai superior dengan nilai aktual sebesar 2,20% dan kinerja management asset sudah mencapai nilai parity pada bencmark dengan nilai aktual selama 25 hari. Kata kunci: cumi-cumi, metode SCOR, rantai pasok
Analisis SWOT-QSPM Untuk Peningkatan Kinerja Rantai Pasok Cumi-Cumi (Supply Reliability dan Market Expansion) di PPN Muara Angke Ray Octa Firdaus; Iin Solihin; Budhi Hascaryo Iskandar
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 21, No 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v21i1.19226

Abstract

Cumi-cumi merupakan salah satu komoditas perikanan tangkap yang memiliki kontribusi produksi dan nilai ekonomi yang signifikan di Indonesia. Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Muara Angke di Jakarta Utara merupakan salah satu pusat pendaratan dan perdagangan cumi-cumi yang penting, namun rantai pasok komoditas ini menghadapi berbagai tantangan, seperti fluktuasi hasil tangkapan, persaingan antar Unit Pengolahan Ikan (UPI), serta ketidakstabilan pasokan bahan baku. Kondisi tersebut menuntut adanya strategi pengelolaan rantai pasok  yang  efektif  agar  perusahaan  mampu  menjaga  kontinuitas  produksi  dan  memenuhi  permintaan  pasar. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi peningkatan kinerja rantai pasok cumi-cumi di PPN Muara Angke dengan studi kasus pada PT. XYZ. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan kuesioner menggunakan metode purposive sampling terhadap responden yang memahami aktivitas rantai pasok perusahaan. Analisis data dilakukan dengan metode Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) untuk  merumuskan  alternatif  strategi,  yang  kemudian  diprioritaskan  menggunakan  Quantitative  Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi perusahaan berada pada fase pertumbuhan dan  pengembangan  berdasarkan  matriks  Internal–External.  Analisis  QSPM  menghasilkan  beberapa  strategi prioritas, yaitu peningkatan jumlah pasokan cumi-cumi untuk mendukung produksi, peningkatan pembelian bahan baku pada musim penangkapan untuk penyimpanan pada musim paceklik, serta perluasan jaringan pasar ekspor. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan stabilitas pasokan, efisiensi rantai pasok, serta daya saing perusahaan dalam pasar domestik maupun internasional.Title: SWOT-QSPM Analysis for Improving the Performance of The Squid Supply Chain (Supply Reliability and Market Expansion) at PPN Muara Angke          Squid is one of the important capture fisheries commodities in Indonesia with significant economic value and export potential. However, the squid supply chain in fishing ports often faces challenges related to seasonal catch variability, supply uncertainty, and intense competition among fish processing units. The Nusantara Fishing Port (PPN) Muara Angke  in  Jakarta  is  one  of  the  major  landing  centers  for  squid  in  Indonesia,  where  supply  fluctuations  frequently affect the operational performance of processing companies. Despite the importance of supply chain management in fisheries, limited studies have examined strategic approaches to improve squid supply chain performance at the firm level in Indonesian fishing ports. This study aims to formulate strategic priorities for improving squid supply chain performance at PPN Muara Angke using a case study of PT. XYZ. Data were collected through field observations, interviews, and questionnaires using purposive sampling involving key stakeholders with knowledge of the company’s supply chain activities. The analysis employed Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) to identify strategic factors, followed by the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) to determine priority strategies. The Internal–External matrix indicates that the company is positioned in a growth and development quadrant. The QSPM results show that the priority strategies include increasing squid supply to support production continuity, optimizing raw material procurement during peak fishing seasons to build cold storage reserves for off-season periods, and expanding export market networks. These strategies are expected to enhance supply reliability, strengthen coordination between processors and fishers, and improve the competitiveness of squid processing firms in global seafood markets.
Analisis risiko proses pengadaan menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) di PT Citra Lautan Biru Batam Fatma Saqdiah; Syafri Naldi; Ray Octa Firdaus
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1147

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menetapkan prioritas risiko pada proses pengadaan di PT. Citra Lautan Biru menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis semi-kuantitatif melalui kerangka studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan penilaian ahli (expert judgement) yang melibatkan direktur operasional beserta staf terkait. Penilaian tingkat risiko diukur menggunakan parameter Severity (S) dan Occurrence (O) untuk menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN) Temuan – Hasil analisis berhasil mengidentifikasi 12 risiko yang dikelompokkan ke dalam lima kategori pengadaan. Dari keseluruhan risiko tersebut, tujuh risiko ditetapkan sebagai prioritas utama, dengan risiko yang paling kritis adalah ketidaktersediaan transportasi untuk pengantaran unit rental, yang memperoleh nilai RPN tertinggi sebesar 25. Keterbatasan penelitian – Penilaian risiko dalam penelitian ini mengandung unsur subjektivitas karena murni bersumber dari expert judgement pihak internal perusahaan tanpa melibatkan pihak eksternal. Selain itu, perhitungan RPN hanya menggunakan parameter Severity (S) dan Occurrence (O) tanpa menyertakan parameter Detectability (D), sehingga aspek kemudahan dalam mendeteksi kegagalan belum tercakup dalam analisis. Implikasi – Secara praktis, penelitian ini memberikan panduan berbasis bukti bagi manajemen perusahaan untuk mengalokasikan sumber daya pengendalian risiko secara proporsional, khususnya untuk penguatan armada pengantaran dan digitalisasi proses. Secara teoritis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur manajemen risiko pengadaan di sektor industri rental peralatan berat di Indonesia. Kebaruan – Penelitian ini menawarkan kebaruan berupa penerapan FMEA secara serentak pada lima kategori proses pengadaan dalam konteks perusahaan rental alat berat di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam, yang menghasilkan matriks risiko sebagai kerangka acuan bagi perusahaan sejenis.
Analisis Belanja Modal terhadap Petumbuhan Ekonomi pada Wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi Elsa Monika; Rachmad Rachmad; Erni Achmad; Ray Octa Firdaus
Educational Studies and Research Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Educational Studies and Research Journal
Publisher : MID Publisher International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/phjhxt33

Abstract

Pemerintah Indonesia menggunakan sistem otonomi daerah, yang mengharuskan pemerintah daerah memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengatur keuangan mereka sendiri. Sistem ini sebenarnya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kemajuan negara. Belanja modal memengaruhi pertumbuhan ekonomi di beberapa penelitian. Namun, pertumbuhan ekonomi di setiap wilayah Indonesia beraneka macam termasuk di kabupaten/kota wilayah jambi. Pengaruh belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut belum sangat unik karena berfluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi pada  kabupaten atau kota di Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan nilai R-squared di bawah t tabel sebesar 0.271366, hasil penelitian memperlihatkan belanja modal tidak berpengaruhh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada kabupaten atau kota di provinsi Jambi.
Logistical And Operational Challenges In Cold Chain Systems For Fishery Products In Developing Countries: A Literature Review: English Andri Pratama; Ray Octa Firdaus
Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis - Desember 2025
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaemb.v13i2.11583

Abstract

The delivery of fishery products must consistently maintain product quality and integrity to prevent deterioration during the post-harvest period. In developing countries, the distribution of fishery products faces challenges in the post-harvest cold chain system, ranging from infrastructure, technology, and transportation to human resources. This study aimed to identify the logistical and operational challenges in implementing cold chain systems for fishery products in developing countries. The method used in this research is a literature review, with data obtained from accredited journals focused on the topic of cold chain systems. Based on the literature review, it was found that cold chain system challenges in developing countries include road infrastructure that does not connect regions, technology that cannot be applied to the cold chain system because of high financial requirements, transportation units that do not meet cold chain shipping standards, and human resources that lack understanding of the importance of maintaining the quality and integrity of fishery products during the post-harvest period. The implications and recommendations include the need for improved infrastructure development, investment in technology, implementation of transportation units that meet cold chain standards, and enhancement of human resource quality.