Integrasi teknologi digital dalam pendidikan dasar semakin meningkat dan menuntut guru memiliki literasi digital yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran yang interaktif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkenalkan dan melatih guru-guru SDN Wates 1 Kota Mojokerto dalam memanfaatkan platform Wayground sebagai media pembelajaran digital interaktif. Sosialisasi dilaksanakan dengan metode partisipatif-demonstratif yang melibatkan sembilan guru dengan latar belakang profesional beragam. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test dengan skala Likert empat poin yang mencakup tiga dimensi: pengetahuan dan pemahaman, keterampilan dan kemampuan, serta sikap dan motivasi. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata keseluruhan 3,78 (kategori Baik), mengindikasikan peserta telah memiliki fondasi literasi digital dan sikap positif. Hasil post-test mencatat rata-rata 3,73 (kategori Baik), mencerminkan tingkat penerimaan yang konsisten dan terjaga. Secara khusus, dimensi keterampilan dan kemampuan menunjukkan peningkatan persepsi (+0,06) setelah sosialisasi, sementara dimensi pengetahuan dan sikap tetap berada pada kategori baik. Kegiatan ini berhasil mempertahankan tingkat pemahaman yang sudah tinggi sekaligus meningkatkan persepsi keterampilan penggunaan Wayground, serta menumbuhkan motivasi kuat untuk mengintegrasikan platform tersebut ke dalam RPP. Temuan ini mengindikasikan bahwa sosialisasi partisipatif yang terstruktur merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk meningkatkan kesiapan guru dalam memanfaatkan platform pembelajaran digital interaktif, khususnya dalam konteks sekolah dasar di kota menengah Indonesia. Keywords: digital literacy; interactive learning media; Wayground platform
Copyrights © 2026