Wasting merupakan salah satu permasalahan gizi serius pada balita di Indonesia, termasuk di Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Kegiatan pengabdian ocalakat ini bertujuan mengoptimalkan pangan ocal berbasis kearifan ocal sebagai strategi penanggulangan wasting pada balita di Kecamatan Permata. Metode yang digunakan meliputi analisis situasi, pengorganisasian komunitas, peningkatan kapasitas melalui penyuluhan gizi, pelatihan pengolahan pangan ocal, serta monitoring dan evaluasi. Program melibatkan ibu balita, kader, dan tenaga ocalaka Puskesmas. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu balita tentang gizi anak dan pemanfaatan pangan ocal yang beragam seperti kelor, labu, dan sagu dalam makanan pendamping ASI (PMT). Terjadi penurunan prevalensi wasting dari 18,4% menjadi 11,2% setelah intervensi program, serta peningkatan keragaman pangan bergizi yang dikonsumsi balita. Partisipasi ocalakat tinggi dengan kehadiran lebih dari 85% pada setiap kegiatan. Program ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis pangan ocal yang mengintegrasikan kearifan ocal efektif dalam menanggulangi wasting dan dapat direplikasi di daerah lain. Keywords : kearifan lokal, pangan lokal, wasting, gizi anak
Copyrights © 2026