Bahasa Inggris adalah alat komunikasi universal yang wajib dikuasai banyak orang dan perlu diperkenalkan sejak dini terutama di tingkat sekolah dasar. Dengan Kurikulum Merdeka, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Simpang di Desa Panundaan Kabupaten Bandung mulai memperkenalkan Bahasa Inggris untuk kelas 5. Namun, keterbatasan sumber daya dan frekuensi pelatihan tenaga pengajar masih belum cukup mumpuni. Proyek ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris (grammar, vocabulary, dan reading) 25 murid kelas 5 di SDN Simpang selama 2 pertemuan (6 jam) melalui modul multisensori berbasis velcro dengan konten berbasis kearifan lokal. Media ini menonjolkan pendekatan visual dan kinestetik yang dapat dimanfaatkan dengan waktu yang terbatas. Metode pelaksanaan proyek meliputi observasi, wawancara, permainan kelas, dan pembelajaran modul. Keberhasilan proyek diukur menggunakan desain one-group pretest-posttest melalui uji paired t-test untuk masing-masing kompetensi. Proyek ini menunjukkan peningkatan rata-rata kemampuan grammar, vocabulary, dan reading, namun hanya kemampuan grammar yang secara statistik signifikan. Berdasarkan evaluasi proyek, disarankan setidaknya 100 jam atau 30 pertemuan dan bimbingan intensif pada murid untuk peningkatan seluruh kompetensi yang signifikan. Dengan memaksimalkan metode proyek, para murid diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat di ruang lingkup global dan memperlebar peluang dalam mencapai cita-citanya. Selain itu, penelitian ini berkontribusi pada upaya berkelanjutan dengan menyediakan media pengajaran yang dapat digunakan kembali sehingga menjamin keberlanjutan pembelajaran interaktif yang mandiri bagi guru dan siswa di masa mendatang.
Copyrights © 2026