Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tiga Kisah dari Ujungjaya-Sumedang dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Pius Suratman Kartasasmita; Jeffri Yosep Simanjorang; Neng Dewi Himayasari; Yohanes Andika Tjitrajaya
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12523

Abstract

Abstract. Ujungjaya Village is a village located in Ujungjaya Sub-district, Sumedang Regency, West Java. The government of Ujungjaya Village is led by a Village Head (Kuwu), assisted by three section heads: the Head of the Government Section, the Head of the Welfare Section, and the Head of the Service Section; and supported by a secretarial department. At the implementation level, the Ujung Jaya Village Head also has three regional executive units consisting of the Village Executive of Hamlet I, the Village Executive of Hamlet II, and the Village Executive of Hamlet III. This article is part of the implementation of the Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD) program, a pentahelix collaboration effort, namely the synergy between LLDIKTI Region IV with all universities in LLDIKTI Region IV, the Regional Government, and community members. The focus of activities is on reducing poverty, reducing stunting rates, and reducing the number of extreme poor people. The goal is to improve the quality and welfare of people's lives. The method used is participatory action research (PAR). The results of the activities include training in making independent organic fertilizer, handling stunting, and livestock cultivation. The PTMGRMD team also succeeded in forming Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR) group. Abstrak. Desa Ujungjaya merupakan sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pemerintahan Desa Ujungjaya dipimpin oleh seorang Kepala Desa (Kuwu), dibantu oleh tiga kepala seksi yaitu Kepala Seksi Pemerintahan, Kepala Seksi Kesejahteraan, dan Kepala Seksi Pelayanan; serta didukung bagian kesekretariatan. Di tingkat pelaksanaan, Kepala Desa Ujung Jaya juga memiliki tiga unit pelaksana kewilayahan yang terdiri dari Pelaksana Kewilayahan Dusun I, Pelaksana Kewilayahan Dusun II, dan Pelaksana Kewilayahan Dusun III. Artikel ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD), sebuah upaya kolaborasi pentahelix, yaitu sinergi antara LLDIKTI Wilayah IV dengan seluruh perguruan tinggi yang ada di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV, Pemerintah Daerah, dan anggota masyarakat. Fokus kegiatan yakni penurunan angka kemiskinan, penurunan angka stunting, dan penurunan jumlah masyarakat miskin ekstrem. Tujuannya peningkatan kualitas dan kesejahteraan hidup masyarakat. Metode yang digunakan adalah participatory action research (PAR). Hasil kegiatan antara lain pelatihan pembuatan pupuk organik mandiri, penanganan stunting, dan budidaya ternak. Tim PTMGRMD juga berhasil membentuk kelompok Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR).
Inovasi Multisensori untuk Modul Pembelajaran Bahasa Inggris Interaktif pada Murid Kelas 5 SDN Simpang Jonathan Jonathan; Amarinta Naisylla Rahari; Regina Gracia Alexander; Yohanes Andika Tjitrajaya; Deba Luthfia
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.1699

Abstract

Bahasa Inggris adalah alat komunikasi universal yang wajib dikuasai banyak orang dan perlu diperkenalkan sejak dini terutama di tingkat sekolah dasar. Dengan Kurikulum Merdeka, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Simpang di Desa Panundaan Kabupaten Bandung mulai memperkenalkan Bahasa Inggris untuk kelas 5. Namun, keterbatasan sumber daya dan frekuensi pelatihan tenaga pengajar masih belum cukup mumpuni. Proyek ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris (grammar, vocabulary, dan reading) 25 murid kelas 5 di SDN Simpang selama 2 pertemuan (6 jam) melalui modul multisensori berbasis velcro dengan konten berbasis kearifan lokal. Media ini menonjolkan pendekatan visual dan kinestetik yang dapat dimanfaatkan dengan waktu yang terbatas. Metode pelaksanaan proyek meliputi observasi, wawancara, permainan kelas, dan pembelajaran modul. Keberhasilan proyek diukur menggunakan desain one-group pretest-posttest melalui uji paired t-test untuk masing-masing kompetensi. Proyek ini menunjukkan peningkatan rata-rata kemampuan grammar, vocabulary, dan reading, namun hanya kemampuan grammar yang secara statistik signifikan. Berdasarkan evaluasi proyek, disarankan setidaknya 100 jam atau 30 pertemuan dan bimbingan intensif pada murid untuk peningkatan seluruh kompetensi yang signifikan. Dengan memaksimalkan metode proyek, para murid diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat di ruang lingkup global dan memperlebar peluang dalam mencapai cita-citanya. Selain itu, penelitian ini berkontribusi pada upaya berkelanjutan dengan menyediakan media pengajaran yang dapat digunakan kembali sehingga menjamin keberlanjutan pembelajaran interaktif yang mandiri bagi guru dan siswa di masa mendatang.