Air bersih merupakan kebutuhan dasar esensial, namun warga Desa Grenden menghadapi masalah krisis air berupa tingkat kesadahan kapur yang tinggi dan pH yang tidak stabil. Kondisi ini berpotensi memicu risiko kesehatan jangka panjang, seperti batu ginjal dan gangguan kardiovaskular, serta kerugian ekonomi akibat kerak pada peralatan rumah tangga. Sebagai upaya penyelesaian masalah tersebut, tim pengabdi menginisiasi terobosan inovasi berupa penerapan sistem penyaringan air multi-tahap yang diintegrasikan dengan water flow sensor berbasis Arduino. Inovasi ini sangat penting karena tidak hanya berfungsi menyaring polutan fisik, tetapi juga memungkinkan masyarakat memantau debit volume pemakaian secara presisi untuk menentukan jadwal pembersihan filter (backwashing) agar alat tidak cepat rusak. Metode pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang terdiri dari tahapan sosialisasi urgensi air bersih, pelatihan perakitan instrumen secara partisipatif, instalasi unit, serta evaluasi pengujian kualitas air dan survei akseptabilitas yang dipantau selama tiga bulan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan dampak positif yang signifikan secara teknis dan sosial. Secara fisikokimia, inovasi ini berhasil menetralkan pH air dari kondisi asam (6,40–6,63) menjadi netral (6,80–7,00) sesuai standar Permenkes No. 492 Tahun 2010, menurunkan Total Padatan Terlarut (TDS), serta memperbaiki kejernihan dan bau secara total. Analisis dampak sosial dari survei kemitraan mengkonfirmasi tingginya akseptabilitas teknologi ini, di mana 86,7% responden merasakan langsung peningkatan kualitas air, 93,4% warga teredukasi dan memahami cara penggunaan alat, 80% menilai efektivitas penyaringan sangat baik, dan 66,7% warga menilai efisiensi biayanya sebanding atau lebih ringan dibandingkan manfaat kesehatan yang diterima. Temuan ini menegaskan bahwa introduksi teknologi filtrasi digital terbukti valid menyelesaikan masalah air berkapur di lokasi mitra. Program pengabdian ini tidak hanya berhasil menyediakan akses air layak konsumsi, melainkan juga sukses meningkatkan literasi teknologi dan kemandirian masyarakat Desa Grenden dalam mewujudkan manajemen sanitasi air yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026