Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Response Surface Methodology dalam Optimasi Kondisi Proses Ekstraksi Antosianin pada Limbah Kulit Kakao dengan Metode Maserasi Menggunakan Pelarut Etanol Istiqomah Rahmawati; Boy Arief Fachri; Nurtsulutsiyah Nurtsulutsiyah; Yakub Hendrikson Manurung; Muhammad Reza; Meta Fitri Rizkiana; Helda Wika Amini
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.063 KB) | DOI: 10.17977/um0260v6i12022p024

Abstract

Antosianin dengan konsentrasi tinggi terdapat dalam kulit kakao. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel input dan mengembangkan model prediksi yang digunakan dalam optimasi kondisi proses ekstraksi antosianin. Ekstraksi antosianin dalam kulit kakao dilakukan menggunakan metode maserasi. Variable proses ekstraksi yang dioptimasi meliputi ukuran partikel (0,105; 0,125; 0,149; 0,177; 0,25 mm), rasio bahan/pelarut (0,0045; 0,0125; 0,0375; 0,0625; 0,0795 g/mL), dan waktu (7,5; 24;  48; 72; 79 jam). Program Design Expert vs11 dengan Response Surface Methodology (RSM) Box-Behnken Design digunakan dalam penelitian dan dilakukan pemilihan kondisi proses dari kombinasi faktor-faktor yang menghasilkan respon yang optimal. Hubungan antar variabel terhadap respon konsentrasi antosianin yang dimodelkan :Y=0,2129-0,0483A+0,0816B+0,0069C-0,0219AB-0,0271AC+0,0174BC+0,0298A2-0,0349B2 +0,0504C2(A adalah ukuran partikel; B adalah rasio kulit kakao:pelarut; dan C adalah waktu).Nilai respon optimal konsentrasi antosianin adalah 0,479 M dengan kondisi ukuran partikel pada proses ekstraksi 0,105 mm, rasio kulit kakao/etanol adalah 0,0625 g/mL, dan waktu ekstraksi adalah 72 jam
Implementasi Pengolahan Limbah Cair Industri Tempe Berbasis Eco-Friendly Dan Zero Waste pada UKM Tempe Di Desa Jambesari Kabupaten Bondowoso Bekti Palupi; Istiqomah Rahmawati; Meta Fitri Rizkiana; Muhammad Reza; Boy Arief Fachri; Reswara Musyafa; Regita Gustiayu Pramisti Maharani; Mohammad Nor
Dedikasi:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/dedikasi.v3i1.208

Abstract

Salah satu industri tempe yang ada di Desa Karang Malang, Jambesari, Bondowoso, Jawa Timur yaitu Industri Tempe Fatimah. Tempe Fatimah mendapatkan respon positif dari masyarakat sehingga produksinya pun meningkat. Peningkatan produksi tentunya berimbas dengan meningkatnya limbah yang dihasilkan sehingga perlu dilakukan pengelolaan limbah agar tidak menimbulkan isu permasalahan lingkungan. Secara umum, permasalahan mitra terkait yang teridentifikasi meliputi 3 hal yaitu (1) proses pembuatan tempe menghasilkan limbah cair yang dihasilkan mempunyai karakteristik bau tidak sedap dan berwarna yang dapat mencemari lingkungan atau kualitas air sekitar; (2) limbah cair yang dihasilkan belum dilakukan penanganan dan pengolahan secara khusus; dan (3) belum mempunyai alat pengolah limbah cair tempe sehingga pengolahan limbah cair industri tempe belum ditangani secara tepat. Oleh karena itu, beberapa solusi yang dapat ditawarkan kepada mitra usaha industri tempe Fatimah antara lain (1) memberikan pengetahuan atau wawasan tentang kandungan kimia, dampak dan bahaya limbah cair industri tempe terhadap lingkungan dan kehidupan manusia; (2) memberikan pengetahuan atau wawasan tentang metode dan teknologi pengolahan limbah yang dapat diaplikasikan dalam menangani limbah cair industri tempe; dan (3) meningkatkan keterampilan mitra usaha melalui penggunaan dan perawatan Teknologi Tepat Guna Mesin Pengolah Limbah Cair Tempe sebagai solusi pencemaran limbah cair tempe pada lingkungan hidup.