Anggota kelompok hobi miniatur mobil “Club Diecast Urang Sunda Asli” di Kota Bandung menghadapi tantangan dalam mengembangkan hobi mereka agar seimbang dengan peran sosial di masyarakat. Observasi awal menunjukkan bahwa fokus anggota cenderung terbatas, hanya pada koleksi miniatur semata, sehingga belum terbentuk kesadaran untuk mengambil peran (role taking) yang berdampak positif bagi lingkungan sosial yang lebih luas. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan pengambilan peran sosial anggota kelompok tersebut melalui pendekatan teori interaksionisme simbolik. Melalui konsep Role Taking dari George Herbert Mead, program pemberdayaan ini disusun untuk mendorong anggota bertransformasi dari penghobi pasif menjadi aktor sosial yang kontributif. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) dan pematerian interaktif, dengan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan, di mana total skor meningkat dari 311 menjadi 418 poin (rata-rata skor naik dari 31,1 ke 41,8). Peningkatan ini menunjukkan bahwa dialog reflektif efektif memperkuat pemahaman anggota mengenai kontribusi sosial mereka di tengah masyarakat secara lebih adaptif dan bermakna.
Copyrights © 2026