Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pengangguran dan inflasi terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan selama periode 2011–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda yang diolah menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangguran dan inflasi berpengaruh positif serta signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Berdasarkan uji parsial (uji t), pengangguran memiliki nilai signifikansi sebesar 0,001 dan inflasi sebesar 0,024, sehingga keduanya terbukti berpengaruh nyata terhadap kemiskinan. Hasil uji simultan (uji F) juga menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang menandakan adanya pengaruh bersama kedua variabel terhadap kemiskinan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,472 menunjukkan bahwa 47,2% variasi kemiskinan dapat dijelaskan oleh pengangguran dan inflasi, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Dengan demikian, pengangguran menjadi variabel dominan yang memengaruhi kemiskinan.
Copyrights © 2026