Pendidikan vokasional memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Di Indonesia, pengembangan pendidikan vokasional masih banyak merujuk pada teori Charles Prosser (1925) yang dikenal dengan enam belas prinsip pendidikan vokasional. Namun, dinamika dunia kerja modern menuntut adanya peninjauan kembali terhadap relevansi filosofi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis filosofi pendidikan vokasional menurut teori Prosser serta relevansinya dalam konteks pendidikan vokasional berbasis dunia kerja di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dengan analisis tematik terhadap buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tidak seluruh prinsip Prosser dapat diterapkan secara utuh dalam sistem pendidikan vokasional Indonesia. Beberapa prinsip masih relevan, terutama yang menekankan kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri dan pembelajaran berbasis pengalaman kerja, sementara prinsip lainnya memerlukan penyesuaian dengan tuntutan fleksibilitas, pembelajaran sepanjang hayat, dan perkembangan teknologi. Temuan ini menegaskan perlunya integrasi filosofi Prosser dengan pendekatan pragmatis modern agar pendidikan vokasional mampu menghasilkan lulusan yang adaptif dan berdaya saing. Kata kunci: pendidikan vokasional, filosofi pendidikan, teori Prosser, dunia kerja
Copyrights © 2025