Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah persediaan bahan baku Home Industry Tahu Bapak Susilo terdiri atas jumlah pembelian yang ekonomis, menganalisis jumlah persediaan pengaman sebelum dilakukan titik pemesanan kembali, dan menganalisis jumlah persediaan maksimal yang dimiliki Home Industry Tahu Bapak Susilo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023 dan merupakan penelitian deskritif kulitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara observasi, wawancara dengan menggunakan kuisioner langsung dengan responden. Data sekunder diperoleh melalui jurnal buku-buku dan catatan perusahaan selama satu tahun (Januari-Desember 2022). Metode analisis data yang digunakan yaitu EOQ,Safety stock, Re-order point, Maksimun inventory, Total inventory cost, dan efisien biaya persediaan. Hasil daripenelitian ini adalah jumlah pembelian bahan baku optimal menggunakan metode EOQ adalah sebanyak 2.875 kg. Frekuensi pembelian bahan baku kedelai berdasarkan metode EOQ adalah sebanyak 9 kali dalam satu tahun. Total biaya persediaan bahan baku kedelai berdasarkan perhitungan menggunakan metode EOQ yaitu sebesar Rp 321.805. Menggunakan metode EOQ Home Industry Tahu Bapak Susilo dapat menghemat atau meminimalkan biaya sebesar Rp 2.892.290 dan biaya tersebut dapat digunakan untuk keperluan lain. Persediaan pengaman (Safety Stock) berdasarkan metode EOQ sebanyak 262.4 kg/bulan bahan baku kedelai. Titik pemesanan kembali (Re-order Point) berdasarkan metode EOQ sebanyak 422.4 kg. Kata kunci : Economic Order Quantity, Bahan Baku, Pengendaliaan Persediaan.
Copyrights © 2026