Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU (STUDI KASUS PADA HOME INDUSTRY TAHU BAPAK SUSILO) DI GAMPONG TIMBANG LANGSA KOTA LANGSA Thresia Damanik; Siti Balqies Indra; Kiagus M. Zain Basriwijaya
Jurnal Penelitian Agrisamudra Vol 13 No 01 (2026): Jurnal Penelitian Agrisamudra
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jpas.v13i01.14593

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah persediaan bahan baku Home Industry Tahu Bapak Susilo terdiri atas jumlah pembelian yang ekonomis, menganalisis jumlah persediaan pengaman sebelum dilakukan titik pemesanan kembali, dan menganalisis jumlah persediaan maksimal yang dimiliki Home Industry Tahu Bapak Susilo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023 dan merupakan penelitian deskritif kulitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara observasi, wawancara dengan menggunakan kuisioner langsung dengan responden. Data sekunder diperoleh melalui jurnal buku-buku dan catatan perusahaan selama satu tahun (Januari-Desember 2022). Metode analisis data yang digunakan yaitu EOQ,Safety stock, Re-order point, Maksimun inventory, Total inventory cost, dan efisien biaya persediaan. Hasil daripenelitian ini adalah jumlah pembelian bahan baku optimal menggunakan metode EOQ adalah sebanyak 2.875 kg. Frekuensi pembelian bahan baku kedelai berdasarkan metode EOQ adalah sebanyak 9 kali dalam satu tahun. Total biaya persediaan bahan baku kedelai berdasarkan perhitungan menggunakan metode EOQ yaitu sebesar Rp 321.805. Menggunakan metode EOQ Home Industry Tahu Bapak Susilo dapat menghemat atau meminimalkan biaya sebesar Rp 2.892.290 dan biaya tersebut dapat digunakan untuk keperluan lain. Persediaan pengaman (Safety Stock) berdasarkan metode EOQ sebanyak 262.4 kg/bulan bahan baku kedelai. Titik pemesanan kembali (Re-order Point) berdasarkan metode EOQ sebanyak 422.4 kg. Kata kunci : Economic Order Quantity, Bahan Baku, Pengendaliaan Persediaan.
Penguatan Ketahanan Pertanian Pascabencana Banjir Bandang Melalui Program Mahasiswa Berdampak Berbasis Pemberdayaan Kelompok Tani Terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang Boy Riza Juanda; Kiagus M. Zain Basriwijaya; Darwin Darwin; Risky Ridha; Danar Hadisugelar; Saiful Mahdi; Iwan Saputra; Zulhilmi Zulhilmi
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/d635tj71

Abstract

Program Mahasiswa Berdampak merupakan salah satu upaya strategis dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana banjir bandang melalui pendekatan pemberdayaan dan penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Johar Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang yang merupakan wilayah rawan banjir dengan mayoritas masyarakat bergantung pada sektor pertanian. Tujuan program ini adalah memperkuat ketahanan pertanian, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta mendorong kemandirian dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang. Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak di Kampung Johar dilakukan dengan penerapan teknologi dan inovasi yang diarahkan pada optimalisasi tanaman pekarangan, pemulihan serta peningkatan kapasitas produksi peternakan rakyat pascabencana, peningkatan akses air bersih dan sanitasi sederhana, serta perbaikan akses jalan usaha tani telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup kelompok tani dan masyarakat sekitar. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan dengan survei dan sosialisasi, tahap pelaksanaan dengan pendekatan partisipatif dan penerapan teknologi, serta tahap pendampingan dan evaluasi . Program difokuskan pada optimalisasi tanaman pekarangan, penguatan peternakan rakyat skala rumah tangga, penyediaan akses air bersih dan sanitasi sederhana, serta perbaikan jalan usaha tani. Teknologi yang diterapkan antara lain pekarangan produktif adaptif bencana, kandang ternak skala keluarga yang tahan terhadap bencana, serta sistem penyediaan air bersih berbasis filtrasi sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan Program Mahasiswa Berdampak berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan dan berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi yang dapat direplikasi di wilayah terdampak lainnya dengan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi mitra yaitu Datok Penghulu beserta seluruh aparatur desa, kelompok Berkah Jaya Tani sebanyak 29 orang, Kelompok Remaja Tani sebanyak 20 orang dan masyarakat lainnya. Pemanfaatan pekarangan mampu mendukung ketahanan pangan dan menambah pendapatan rumah tangga, peningkatan kapasitas produksi dan pengelolaan yang lebih baik, penyediaan air bersih dan perbaikan akses jalan usaha tani turut meningkatkan kualitas lingkungan dan kelancaran distribusi hasil pertanian