Penelitian ini mengkaji upaya pengembangan kesenian Angklung Caruk di Sanggar Jiwa Etnik Blambangan sebagai bentuk pelestarian seni tradisional di tengah perubahan selera dan kehidupan budaya masyarakat Banyuwangi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi aktual Angklung Caruk, cara sanggar mengembangkan pertunjukan agar tetap relevan, peran generasi muda sebagai penerus tradisi, serta peran pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan kesenian tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan studi Pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Angklung Caruk masih dijalankan secara aktif dengan tetap berpegang pada nilai tradisi, dikembangkan melalui pengemasan pertunjukan yang lebih adaptif, didukung oleh keterlibatan generasi muda, serta memerlukan kerja sama antara komunitas seni dan pemerintah daerah agar kesenian ini tetap hidup dan bermakna bagi Masyarakat.
Copyrights © 2026