Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator utama dalam menilai keberhasilan pembangunan suatuwilayah. Namun, pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih menunjukkan disparitas antar wilayah yangdipengaruhi oleh berbagai faktor struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruhdesentralisasi fiskal dan ketimpangan wilayah terhadap pertumbuhan ekonomi dengan IndeksPembangunan Manusia (IPM) sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan data panel dari limaprovinsi di Indonesia yaitu DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, danPapua selama periode 2015–2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dan analisisjalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa desentralisasi fiskal berpengaruh positifterhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan ketimpangan wilayah berpengaruh negatif. Namun, IPM tidakmampu memediasi hubungan tersebut secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatankapasitas fiskal daerah belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan kualitas pembangunan manusia yangberdampak pada pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih terintegrasiantara pengelolaan fiskal dan pembangunan sumber daya manusia.
Copyrights © 2026