Polarisasi sosial, disinformasi, dan penurunan etika ruang publik meningkatkan kerentanan kebhinekaan pada level relasi warga. Kondisi ini menuntut kader muda memiliki civic virtue yang operasional, terlatih, dan terukur dalam berorganisasi. Pengabdian ini bertujuan mereaktualisasi Manifesto Intelektual HMI melalui kegiatan Intermediate Training Tingkat Nasional HMI Cabang Pohuwato untuk memperkuat civic virtue dalam kebhinekaan. Metode menggunakan pelatihan terstruktur berbasis andragogi, problem-based learning, dan deliberative learning, disertai pendampingan luaran rencana aksi. Kegiatan berlangsung dengan diikuti 31 peserta, dievaluasi melalui pre-test–post-test, kuesioner disposisi, serta rubrik produk. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 48% menjadi 87% dan kenaikan civic virtue agregat dari 45% menjadi 90%. Enam kelompok menghasilkan rencana aksi dengan rerata rubrik 86/100. Temuan menegaskan kaderisasi efektif ketika nilai diikat pada disiplin argumentasi, pengalaman deliberatif, dan desain aksi policy brief yang sensitif kebhinekaan. Implikasi menuntut mentoring pasca latihan kader, monitoring implementasi rencana aksi, dan pengembangan bank kasus kebhinekaan lokal.
Copyrights © 2026