Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan, iklim kerja, dan stres kerja terhadap turnover intention auditor dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi di Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 160 auditor dengan sampel sebanyak 115 auditor yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kepuasan kerja auditor. Iklim kerja tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Stres kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Selanjutnya, gaya kepemimpinan dan iklim kerja tidak berpengaruh terhadap turnover intention auditor, sedangkan stres kerja berpengaruh terhadap turnover intention auditor. Kepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap turnover intention auditor serta tidak mampu memediasi hubungan antara gaya kepemimpinan, iklim kerja, dan stres kerja terhadap turnover intention auditor. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pengelolaan stres kerja menjadi faktor penting dalam upaya menurunkan turnover intention auditor di lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan.
Copyrights © 2026