Industri jasa minyak dan gas (migas) memiliki karakteristik pekerjaan dengan tuntutan kerja tinggi, target operasional yang ketat, serta kondisi kerja dinamis yang berpotensi memengaruhi kesehatan mental pekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh job demands terhadap kesehatan mental pekerja pada industri jasa migas. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 100 pekerja onshore dan offshore yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Variabel job demands diukur menggunakan Copenhagen Psychosocial Questionnaire (COPSOQ), sedangkan kesehatan mental diukur menggunakan Depression Anxiety Stress Scales (DASS-21). Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa quantitative demands, emotional demands, dan work pace/time pressure berpengaruh signifikan terhadap kesehatan mental pekerja. Tekanan waktu menjadi faktor yang paling dominan memengaruhi kesehatan mental dibandingkan dimensi job demands lainnya. Tuntutan operasional yang tinggi, jam kerja panjang, dan tekanan penyelesaian pekerjaan dalam waktu terbatas berpotensi meningkatkan stres, kecemasan, dan kelelahan emosional pekerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor risiko psikososial perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di industri jasa migas. Perusahaan disarankan mengembangkan pengendalian risiko psikososial melalui evaluasi sistem kerja, pengelolaan kelelahan kerja, serta penyediaan program dukungan kesehatan mental bagi pekerja.
Copyrights © 2026