Hernia umbilikalis merupakan kondisi pada anjing yang ditandai oleh penonjolan dari lapisan perut, lemak perut atau Sebagian dari organ abdominal melalui daerah sekitar umbilikus (pusar). Secara umum disebabkan factor kongenital akibat dari penutupan cincin umbilical yang tidak lengkap setelah lahir. Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan proses diagnosis, penanganan, dan perawatan pascaoperasi hernia umbilikalis pada anjing Shih-Tzu betina berumur empat bulan. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan klinis, pemeriksaan fisik, hematologi, dan radiografi. Tindakan bedah dilakukan menggunakan metode herniorafi di bawah anestesi umum dengan premedikasi atropine sulfate, serta induksi menggunakan ketamin dan xylazine. Kantong hernia dibuka, isinya direposisi ke dalam rongga abdomen, dan cincin hernia diinsisi untuk merangsang vaskularisasi. Penjahitan dilakukan dengan benang yang dapat diserap. Terapi pascaoperasi meliputi pemberian cefotaxime secara intravena dosis 20 mg/kg dua kali sehari selama 3 hari, dilanjutkan cefixime dosis 10 mg/kg per oral dua kali sehari selama 5 hari, serta meloxicam 0,5 mg/kg satu kali sehari selama 5 hari untuk mengatasi nyeri dan peradangan. Pada hari ke-7 pascaoperasi, anjing menunjukkan aktivitas meningkat, nafsu makan dan defekasi normal, serta luka operasi tampak mengering. Pada hari ke-10, luka telah sembuh total tanpa tanda peradangan.
Copyrights © 2026