Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi kewarganegaraan digital mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan serta mengkaji efektivitas integrasi QR Code dalam pembelajaran kritis. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan model sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh melalui angket skala Likert kepada 60 mahasiswa, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dan observasi selama implementasi pembelajaran berbasis QR Code. Analisis kuantitatif menggunakan statistik deskriptif, sedangkan analisis kualitatif dilakukan melalui reduksi, kategorisasi, dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 % mahasiswa berada pada kategori literasi tinggi dan 60 % pada kategori sedang, tanpa kategori rendah. Dimensi akses informasi dan etika digital menunjukkan capaian baik, namun kemampuan analisis dan evaluasi informasi masih perlu diperkuat. Implementasi lima tantangan berbasis QR Code terbukti meningkatkan keterlibatan, kemampuan verifikasi informasi, serta partisipasi etis mahasiswa dalam ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi QR Code efektif sebagai strategi pedagogis untuk memperkuat literasi kewarganegaraan digital secara kritis dan kontekstual.
Copyrights © 2026