Danadyaksa Historica
Vol 6, No 1 (2026): Danadyaksa Historica

PEMANFATAATAN NILAI-NILAI BUDAYA TRADISI SAMPUNG BONE CULTURE DI KABUPATEN PONOROGO SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA

Ayu Oka Ariani (Universitas Sebelas Maret)
Djono Djono (Universitas Sebelas Maret)



Article Info

Publish Date
17 Jun 2026

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai yang terkandung dalam Kebudayaan Sampung Bone, pemanfaatannya sebagai sumber pembelajaran sejarah, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya di SMA Negeri 1 Badegan Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental tunggal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dengan melibatkan guru sejarah, peserta didik, serta juru pelihara Goa Lowo Sampung. Validitas data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Budaya Sampung Bone memiliki nilai sejarah, edukatif, budaya, dan karakter yang relevan dengan pembelajaran sejarah. Pemanfaatan nilai budaya lokal dalam kegiatan pembelajaran membantu peserta didik memahami materi praaksara secara lebih kontekstual serta meningkatkan motivasi belajar. Namun terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan pemahaman guru mengenai sumber sejarah lokal, minimnya media pendukung pembelajaran, dan keterbatasan akses sumber belajar terkait Kebudayaan Sampung Bone. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran sejarah penting dilakukan untuk memperkuat kesadaran sejarah dan identitas budaya peserta didik. Kata Kunci: Budaya Sampung Bone, Pembelajaran Sejarah, Kearifan Lokal, Sumber Belajar, Sejarah Lokal  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai yang terkandung dalam Budaya Sampung Bone, pemanfaatannya sebagai sumber belajar sejarah, dan kendala yang dihadapi dalam implementasinya di SMA Negeri 1 Badegan Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan guru sejarah, siswa, dan penjaga Goa Lowo Sampung. Validitas data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Budaya Sampung Bone mengandung nilai-nilai sejarah, pendidikan, budaya, dan karakter yang relevan dengan pembelajaran sejarah. Pemanfaatan nilai-nilai budaya lokal dalam kegiatan pembelajaran membantu siswa memahami materi prasejarah secara lebih kontekstual dan meningkatkan motivasi belajar. Namun, ditemukan beberapa kendala, antara lain terbatasnya pemahaman guru mengenai sumber sejarah lokal, terbatasnya media pendukung pembelajaran, dan terbatasnya akses terhadap sumber belajar yang berkaitan dengan Budaya Sampung Bone. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran sejarah penting untuk memahami kesadaran sejarah dan identitas budaya siswa. Kata kunci: Budaya Sampung Bone , Pembelajaran Sejarah , Kearifan Lokal , Sumber Belajar , Sejarah Lokal

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JDH

Publisher

Subject

Education Social Sciences Other

Description

Danadyaksa historica merupakan jurnal pendidikan sejarah dan ilmu sejarah yang memiliki arti penjaga kejayaan sejarah. Jurnal ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menampung berbagai artikel yang berkaitan dengan pendidikan sejarah dan ilmu sejarah. Sehingga jurnal ini dapat menambah wawasan dan ...