Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pesantren Tegalsari: Islamic Synergy with Local Wisdom in Cultural Acculturation Saifuddin Alif Nurdianto; Hermanu Joebagio; Djono Djono
AL-TAHRIR Vol 19, No 1 (2019): Islam & Local Wisdom
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/altahrir.v19i1.1571

Abstract

Abstrak: The spread of Islam in Java has a distinctive pattern, it occurs through acculturation between doctrines of Islam and local wisdom. The acculturation pattern between Islam and Javanese local wisdom has a dialogical form, or occurs by two-way communication between those who want the existence of Javanese culture with the ones who want the implementation of Islamic law. The result is the appearance of a new culture which local people accept and the preachers of Islam can convey the doctrines of Islam as well. This pattern of acculturation also occurred in Pesantren Tegalsari as the oldest pesantren in Java. The theme of Pesantren Tegalsari, especially in the field of cultural acculturation, is interesting to study because many people still do not know about the historical dynamics of this pesantren. Now, Pesantren Tegalsari was better known for the magical stories of The Kiai (religious leaders) of pesantren than pesantren activities in the past. So the study about Pesantren Tegalsari is important to fill empty spaces in local historiography in Indonesia. This paper is the result of qualitative research using an anthropological approach. The results show that acculturation in Pesantren Tegalsari is in three fields: architecture, language, and tradition. The three forms of acculturation were used by The Kiai of Pesantren Tegalsari to spread Islamic teachings so that they could be easily accepted by the people who were still strong with the old beliefs (Hindu-Buddha).الملخص: انتشار الإسلام في جاوى له نمط مختلف، الذي حدث من خلال التثاقف بين العقيدة الإسلامية والحكمة المحلية. النمط التثاقف بين الإسلام والحكمة المحلية الجاوية له شكل حواري، أو حدث من خلال اتصال ثنائي الاتجاه بين أولئك الذين يريدون وجود ثقافة جاوى وأولئك الذين يريدون تطبيق الشريعة الإسلامية. والحاصل ظهور ثقافات جديدة يمكن قبولها من قبل المجتمع المحلي دون إزالة المادة من تعاليم الإسلام. حدث هذا النمط من التثاقف في معهد تيكلساري بصفته أقدم معهد في جاوا الواقعة في بونوروغو. إن موضوع معهد تيكلساري ، خاصة في مجال الثقافات الثقافية ، أمر مثير للدراسة لأن الكثير من المجتمع ما زالوا لا يعرفون عن الديناميات التاريخية لهذا المعهد. خلال هذا الوقت ، كانت معهد تيكلساري مشهور بالقصص السحرية من قادة المعهد. لذا فإن الدراسة عن هذا المعهد مهمة لملء المساحات الفارغة في التاريخ المحلي في إندونيسيا. تستخدم هذه الدراسة طريقة نوعية مع نهج الأنثروبولوجية. أظهرت النتائج أن التثاقف في معهد تيكلساري في ثلاثة مجالات: الهندسة المعمارية واللغة والتقاليد. تم استخدام أشكال التثاقف الثلاثة من قبل قادة المعهد تيكلساري لنشر التعاليم الإسلامية حتى يمكن قبولها بسهولة من قبل المجتمع الذين لم يزالوا قوياً مع المعتقدات القديمة (بوذا-الهندوسي)Abstrak: Penyebaran Islam di Jawa memiliki pola yang khas, yaitu terjadi melalui akulturasi antara ajaran Islam dengan kearifan lokal. Pola akulturasi antara Islam dan kearifan lokal Jawa memiliki bentuk dialogis, atau terjadi melalui komunikasi dua arah antara mereka yang menginginkan eksistensi budaya Jawa dengan orang-orang yang menginginkan penerapan hukum Islam secara kaffah. Hasilnya adalah munculnya budaya baru yang diterima masyarakat setempat tanpa menghilangkan substansi dari ajaran agama Islam. Pola akulturasi ini juga terjadi di Pesantren Tegalsari sebagai pesantren tertua di Jawa yang terletak di Ponorogo. Tema tentang Pesantren Tegalsari, khususnya dalam bidang akulturasi budaya, menarik untuk dikaji karena banyak masyarakat yang masih belum mengetahui tentang dinamika historis dari pesantren ini. Selama ini Pesantren Tegalsari lebih dikenal karena kisah-kisah magis dari para kiai pimpinan pesantren daripada aktivitas pesantren di masa lalu. Maka tulisan tentang Pesantren Tegalsari menjadi penting untuk mengisi ruang-ruang kosong dalam historiografi lokal di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan antropologis. Hasilnya menunjukkan bahwa akulturasi di Pesantren Tegalsari terjadi dalam tiga bidang: arsitektur, bahasa, dan tradisi. Ketiga bentuk akulturasi digunakan oleh para kiai pimpinan Pesantren Tegalsari untuk menyebarkan ajaran Islam agar dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat sekitar yang masih kuat dengan kepercayaan lama (Hindu-Buddha)
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VII A SMP KRISTEN 1 SURAKARTA Nettiy Noviasari; Djono Djono; Sudiyanto Sudiyanto
JURNAL KOULUTUS Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Koulutus
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.789 KB)

Abstract

Abstrak Proses pembelajaran sangat ditentukan oleh guru sebagai pendidik terutama di sekolah dasar., sekolah menengah. Pembelajaran memberikan pengetahuan pada siswa dan dapat merubah sikap secara terus menerus. Oleh karena itu sangat penting bagi guru untuk mengembangkan berbagai model pembelajaran sehingga siswa mempunyai semangat belajar Inovasi dalam model pembelajaran juga penting untuk guru. Pada dasarnya yang paling pokok adalah siswa di kelas. Pengembangan model ini bisa dilakukan di kelas. Guru dapat menggunakan model pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas yang disesuaikan dengan materi bagi siswa. Berbagai macam model pembelajaran disesuaikan dengan kondisi sekolah, siswa dan juga fasilitas yang ada di sekolah. Inovasi dalam pembelajaran contohnya penggunaan LC agar materi dapat dipahami oleh siswa pembelajaran sekarang ini menggunakan kurikulum 2013 lebih menekankan pada pendekatan saintifik meliputi mengamati, mengumpulkan sumber, menganalisa, mengasosiasikan, dan mengkomunikasikan. Siswa tidak hanya diberi pengetahuan tetapi sikap juga ketrampilan untuk masa depannya. Kemudian guru harus dapat mengembangkan model pembelajaran. Guru dapat membuat inovasi dalam pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Model pembelajaran yang membantu siswa untuk memberikan informasi, ide-ide, pemikiran dan juga untuk memcahkan masalah. Salah satu model pembelajaran adalah Contextual Teaching Learning (CTL ) dimana model ini dapat digunakan oleh guru. Model ini mengaitkan materi dengan kehidupan nyata atau sekitarnya. Model ini juga dapat membantu siswa untuk lebih memahami hubungan materi dengan lingkungannya juga antara guru dan siswa terutama dalam pembelajaran IPS. Ilmu Pengetahuan Sosial menyangkut lingkungan sekitar manusia. Adanya masyarakat belajar atau kelompok belajar saling mendukung, saling mengemukakan pendapat siswa satu dengan lainnya. Kata Kunci: pendidikan, CTL, perubahan, kurikulum 2013, IPS
Developing Digital Book Based on Lafran Pane' Thought for Increasing State Defend Attitude of Students Umi Azizah; Djono Djono; Akhmad Arif Musadad
Yupa: Historical Studies Journal Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.982 KB) | DOI: 10.30872/yupa.v4i1.235

Abstract

In the globalization era, technology development grows rapidly. The development of technology accompanied with the decreasing of states defend attitude among Indonesian. This phenomenon evidenced by development of life that has been influenced by foreign culture, of sectarian solidarity, individualism, primordial, and the moral degradation of Indonesian which can threaten the integration of the nation. Education has an important role to deal with these problems. Teachers must be able to find instructional innovations that can be used to improve state defend attitude of students, because very important for future of the nation. Instructional innovation can be used by revive characters which it contains the values of state defend in the form of digital books. Lafran Pane is one of the Indonesian heroes who have thoughts about an intellectual's attitude towards the progress of the nation and state, especially students. Lafran Pane emphasized that student must be able to love their homeland, be hold on their beliefs, reform of thought in all fields, create harmony between religions, and be aware of their obligations as a fighter to elevate national dignity. Lafran Pane’s thought contain the values of state defense and moral can be integrated in education. This paper aims to provide learning innovations to improve state defend attitude of students.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Penggerak Kabupaten Sragen Tahun 2023 Masdar Hilmi; Djono Djono; Suryo Ediyono
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 13 (2023): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2023
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v13i.901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemilihan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila khususnya pada jenjang SMP dan jenis SMP Negeri di Sekolah Penggerak di Kabupaten Sragen tahun 2023. Sumber data dari angket googleform yang disebar ke SMP Negeri terpilih. Sementara analisa menggunakan pendekatan statistik. Subyek penelitian merupakan SMP Negeri yang menjadi sekolah penggerak di Kabupaten Sragen. Kabupaten Sragen memiliki 8 SMP Negeri yang menjadi sekolah penggerak. SMP tersebut menerapkan Kurikulum Merdeka terlebih dahulu dibanding sekolah lain di Kabupaten Sragen. Dalam penerapan Kurikulum Merdeka tersebut, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menjadi ciri pembeda dibandingkan dengan penerapan kurikulum 2013 dan kurikulum lain. Dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, terdapat dimensi, tema, dan alokasi waktu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang bisa dipilih masing-masing SMP tiap tahunnya. Pemilihanya tersebut bisa berbeda antar SMP yang ada di Kabupaten Sragen. Fokus penelitian ini terletak pada sebaran tema yang dipilih SMP yang menjadi sampel. Berdasarkan penelitian yang ada, ditemukan bahwa lima SMP yang menjadi sampel memiliki sejumlah hal menarik. Terdapat sejumlah persamaan dan perbedaan dari masing-masing SMP dalam mengambil tema dan juga penentuan waktu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Berdasarkan hal itu, diharapkan penelitian ini dapat menjadi sarana bagi sekolah untuk saling bertukar informasi, ide dan pengalaman dalam dalam mengoptimalkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMP-nya masing-masing.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN, LANGKAH KELIMA MODEL DICK AND CAREY PADA LMS BPOM Kiki Kurniati; Djono Djono
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 8 No. 4: September 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v8i4.59383

Abstract

Pengembangan kompetensi melalui platform pembelajaran mandiri IDEAS di BPOM telah memfasilitasi pemenuhan kewajiban pengembangan kompetensi (20 JP), tetapi belum optimal dalam mencapai peningkatan kompetensi yang menyeluruh. Keterbatasan utama terletak pada penggunaan metode evaluasi pretest dan posttest, yang dirasa kurang mampu menggambarkan penerapan pengetahuan secara praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas instrumen penilaian lain, yaitu refleksi dalam evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman dan aplikasi materi oleh pegawai. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis data dari pretest, posttest, dan feedback formulir evaluasi. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor posttest dan preferensi peserta terhadap metode evaluasi yang lebih interaktif. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan refleksi tidak hanya memperkaya proses evaluasi tetapi juga memfasilitasi pembelajaran yang lebih adaptif dan berkesinambungan.
Pendidikan Multikultural di Era Merdeka Belajar dalam Pembentukan Karakter Mahasiswa yang Toleran dan Kritis Agus Susilo; Djono Djono
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 8 No. 3 (2025): Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v8i3.14935

Abstract

This study aims to analyze the implementation of multicultural education in the Merdeka Belajar curriculum, with a focus on developing students' attitudes of tolerance, empathy, and critical thinking skills. A descriptive qualitative research method was used through case studies at several universities that have implemented the Merdeka Belajar principles. Data was collected through observation, in-depth interviews with lecturers and students, and curriculum document analysis. The results of the study indicate that multicultural education has successfully fostered students' awareness of the importance of respecting cultural, religious, and ethnic diversity. Lecturers play an active role in creating creative learning experiences both inside and outside the classroom, such as visits to museums, libraries, and local historical sites. These activities not only enrich students' understanding of diversity but also encourage direct interaction with pluralistic social realities. Additionally, collaboration between universities through student exchange programs, seminars, and collaborative projects further expands students' multicultural perspectives. Students are encouraged to analyze, evaluate, and respond to various issues of diversity in a constructive manner. This study concludes that multicultural education in the Merdeka Belajar era not only strengthens students' tolerant and critical character but also prepares them to face global complexities with an attitude of valuing diversity. Keywords: Freedom to Learn, Multicultural Education, Tolerant Character.
Transformasi Paradigma Pembelajaran Sejarah pada Peserta Didik di Era Revolusi Industri 4.0 Agus Susilo; Khoirul Anwar; Djono Djono
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 7 No. 2 (2024): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v7i2.12559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana paradigma pembelajaran sejarah pada peserta didik telah berubah di era Revolusi Industri 4.0, serta menganalisis dampak dari adopsi teknologi baru seperti big data, kecerdasan buatan (AI), dan Virtual Reality (VR) dalam proses pembelajaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah semakin mengintegrasikan teknologi digital untuk menghadirkan materi secara interaktif dan partisipatif, memungkinkan peserta didik untuk terlibat lebih aktif dalam proses belajar. Teknologi seperti AI dan VR tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam melalui simulasi dan visualisasi peristiwa sejarah. Transformasi ini juga mempengaruhi peran dosen sebagai fasilitator yang lebih banyak bertindak sebagai pembimbing daripada sumber utama informasi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa era Revolusi Industri 4.0 memicu perubahan signifikan dalam paradigma pembelajaran sejarah, yang mengarah pada pendekatan yang lebih kolaboratif, adaptif, dan berbasis teknologi, namun tetap menekankan pentingnya pemahaman kritis terhadap materi sejarah. Kata Kunci: Pembelajaran Sejarah, Revolusi Industri 4.0, Transformasi Paradigma
Analisis Konteks Historis Film Sejarah Perang Banjar Sebagai Media Edutainment Heri Susanto; Sariyatun Sariyatun; Djono Djono
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 9 No 1 (2022): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v9i1.6635

Abstract

Apart from being an entertainment medium, movies with historical settings also have the potential for learning history, but not many history teachers have used film as a learning media. This research aims to analyze the feasibility of the Banjar War movie as a memory-based edutainment media. This is qualitative research, the research subjects being Banjar history experts and practitioners of history teaching. The design of this research is a case study related to the history of the Banjar war shown in the movie. Collecting data using interviews and questionnaires with respondents from Banjar history experts and the creators of the Banjar War film and analysis of film content. Instrument validation is carried out with internal validation and external validity. To ensure the quality of the instrument, it is carried out with credibility and transferability. The credibility of the data is done by triangulation of sources and triangulation of methods. In comparison, the data analysis using the Spradley model, namely, analysis of a domain, analysis of taxonomic, analysis of componential, and analysis of cultural theme. Results of this study show 1) the factual aspects show conformity with related Banjar historiographical works although there are some factual shortcomings, 2) the chronology of the film story is relevant to the historical setting, 3) the suitability of the periodization, as a whole shows the compatibility between the artifact, mentifact, and contemporary sociofact components, 4) the edutainment aspect of this film meets the criteria to be used in history education. This research concludes that teachers can use the Banjar war film as an edutainment-based historical learning media by emphasizing an objective analysis approach to students.
Efektivitas Model Pembelajaran LOK-R dalam Mata Pelajaran IPS Berbasis Pendekatan Literasi Digital pada Siswa Siska Dwi Purwanti; Andrea Salsalova; Mu'arifah Mu'arifah; Djono Djono
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 11 No 2 (2025): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v11i2.28946

Abstract

This study examines the effectiveness of the LOK-R (Literacy, Orientation, Association, Reflection) learning model in Social Studies (IPS) learning in response to the rapid development of digital technology and the increasing need for digital literacy in education. The purpose of this study is to determine the effectiveness of LOK-R, which integrates digital literacy into classroom learning practices, as well as to encourage critical thinking, collaboration, and independent learning skills among students. The method used in this study is a literature study or review by analyzing various scientific sources such as indexed journals, reference books, and reliable digital publications. The results indicate that the LOK-R model significantly enhances student engagement and academic performance by aligning digital literacy skills with SSE learning content. In addition, the syntactic structure of this model helps students access, analyze, and produce digital information effectively. This study concludes that the LOK-R model is an innovative pedagogical approach to fostering 21st-century competencies and is recommended for wider implementation in the context of technology-based social learning.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Jenjang SMP Negeri di Kabupaten Sragen Masdar Hilmi; Djono Djono; Suryo Ediyono
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 11 No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v11i3.31599

Abstract

Every implementation of a new curriculum, including the Independent Curriculum, generally brings about major changes in learning in schools. In the Independent Curriculum, the most noticeable change is that schools must implement the Pancasila Student Profile Strengthening Project. This study aims to describe the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project and identify the obstacles encountered during its implementation at the junior high school level in Sragen Regency. This research method uses a qualitative descriptive approach with a single embedded case study approach. The research subjects are the Principal and Teachers at SMP Negeri 1 Sidoharjo and SMP Negeri 1 Sragen. The results of the study indicate that SMP Negeri 1 Sidoharjo and SMP Negeri 1 Sragen have implemented the Pancasila Student Profile Strengthening Project. SMP Negeri 1 Sidoharjo implemented it because it is a driving school while SMP Negeri 1 Sragen implemented it because it implemented the Independent Curriculum with the Changed Independent Path. The character of students in both schools improved after implementing the Pancasila Student Profile Strengthening Project. The general characters in SMP Negeri 1 Sidoharjo that emerged were mutual cooperation and creativity. The general characters seen in the Pancasila Student Profile Strengthening Project at SMP Negeri 1 Sragen were responsibility and cooperation. A number of obstacles in the Pancasila Student Profile Strengthening Project were faced by SMP Negeri 1 Sidoharjo and SMP Negeri 1 Sragen. These obstacles were in the form of time and resources in implementing the Pancasila Student Profile Strengthening Project. From the existing research results, it was concluded that the Pancasila Student Profile Strengthening Project was implemented well although obstacles still emerged. Based on this, adjustments are needed in the Pancasila Student Profile Strengthening Project or what is now a co-curricular activity in Sragen Regency.