Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perilaku remaja. Pola komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak dapat mendukung terbentuknya perilaku positif, sedangkan komunikasi yang kurang efektif berpotensi memicu perilaku negatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pola komunikasi orang tua dan perilaku negatif remaja. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 285 siswa SMP Negeri 20 Pekanbaru yang dipilih melalui teknik cluster random sampling dengan pemilihan proporsional pada setiap kelas. Sampel dari tiap kelas ditentukan menggunakan proportional stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdiri dari tiga bagian, yaitu karakteristik responden, pola komunikasi orang tua, dan perilaku negatif remaja. Analisis yang digunakan menggunakan uji chi square. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner pola komunikasi orang tua dan perilaku negatif remaja. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 20 Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan responden didominasi remaja usia 14 tahun (35,4%), perempuan (53%), anak kedua (30,2%), serta orang tua berpendidikan terakhir SMA/SMK (41,8%). Pola komunikasi orang tua sebagian besar berada pada kategori fungsional (65,6%), sedangkan perilaku negatif remaja umumnya rendah (67%). Uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pola komunikasi orang tua dan perilaku negatif remaja (p = 0,000). Pada komunikasi fungsional, sebagian besar remaja memiliki perilaku negatif rendah (89,3%), sedangkan pada komunikasi disfungsional mayoritas menunjukkan perilaku negatif tinggi (75,5%). Secara umum, komunikasi orang tua yang lebih baik cenderung diikuti perilaku negatif remaja yang lebih rendah.
Copyrights © 2026