Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Pengolahan Sabun Cuci Piring Sederhana Untuk Masyarakat Di Desa Rambah Baru Asiah Wasillah; Almaghfiroh Almaghfiroh; Aulia Putri; Cindy Octavia Putri; Esther Angelita Gurning; MHD.Revaldi; Muhammad Fazlan; Nur Aulia; Sultan Rafliansyah Harahap; Salsa Nurul Fajri; Yogi Yudistira Ade Putra
Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): September : Perigel: Jurnal Penyuluhan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/perigel.v2i3.1069

Abstract

Dishwashing soap is a cleaning product that has become a part of everyday life. With the growth of the population and changes in lifestyle, the demand for dishwashing soap continues to rise. This soap plays a crucial role in maintaining cleanliness, which is currently a vital aspect of health. Every homemaker relies on dishwashing soap to clean their kitchen utensils. The purpose of this initiative is to provide training to the local community in the Rambah Baru Village on how to make simple dishwashing soap. During this training, the direct production of liquid dishwashing soap is carried out using the necessary ingredients such as Texapon, Sodium sulfate (Na2SO4), foam booster, EDTA 2Na, NaCl, fragrance essence, and table salt. This production process yields approximately 20 liters of liquid dishwashing soap. Furthermore, this dishwashing soap also holds significant economic value, which can serve as a solution for improving the local economy in the village.
Hubungan Dukungan Orang Tua Dan Sekolah Terhadap Kepatuhan Remaja Putri Dalam Mengonsumsi Tablet Tambah Darah Sebagai Upaya Mencegah Anemia Amelya Abhimayu; Erika; Nur Aulia
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.432

Abstract

Anemia merupakan masalah gizi yang sering terjadi pada remaja putri. Salah satu upaya pencegahannya adalah melalui konsumsi tablet tambah darah (TTD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan orang tua dan sekolah terhadap kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 265 siswi SMAN 3 Kota Pekanbaru yang dipilih menggunakan teknik proportioned stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan rendah dalam mengonsumsi TTD yaitu sebanyak 202 orang (76,2%). Sebanyak 163 responden (61,5%) tidak mendapatkan dukungan dari orang tua dan 153 responden (57,7%) tidak mendapatkan dukungan dari sekolah. Uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan orang tua (p = 0,000) dan dukungan sekolah (p = 0,001) dengan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri. Dukungan dari orang tua dan sekolah berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan peran orang tua dan pihak sekolah dalam mendukung remaja putri guna menurunkan prevalensi anemia.
Perspektif Pengambilan Keputusan Pernikahan Dini Pada Remaja Di Era Society 5.0 Hati Sri Wahyuni; Misrawati; Nur Aulia
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.435

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor di era society 5.0. Perspektif remaja sangat dibutuhkan dalam menentukan permasalahan ini, namun informasi masih terbatas didapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif remaja dalam pengambilan keputusan pernikahan dini dan dinamika yang dialami setelah menikah. Penelitian dilakukan di kecamatan daerah Kabupaten Rokan Hilir Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Pemilihan partisipan dilakukan dengan teknik purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan metode analisis Colaizzi. Penelitian menemukan tiga tema utama: (1) Keputusan menikah dipengaruhi cinta dan lingkungan, (2) Realita pernikahan dini tidak selaras, dan (3) Harapan dan kebutuhan dalam pernikahan dini. Remaja menikah karena faktor emosional, tekanan pasangan, lingkungan, dan pengaruh media sosial. Namun, setelah menikah remaja menghadapi tantangan seperti konflik keluarga, keterbatasan ekonomi, dan terhentinya pendidikan. Meskipun demikian, muncul harapan untuk membentuk keluarga mandiri dan kehidupan yang lebih baik. Pernikahan dini dilakukan tanpa kesiapan yang matang. Diperlukan edukasi reproduksi, penguatan peran keluarga, serta kebijakan yang mendukung remaja agar dapat membuat keputusan hidup secara bijak di era digital.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN SUAMI PASANGAN BARU MENIKAH DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Deswita Deswita; Yulianto Yulianto; Ardenny Ardenny; Nur Aulia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.54142

Abstract

Stunting merupakan isu kesehatan masyarakat prioritas nasional yang berdampak signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.. Salah satu faktor risiko terjadinya stunting adalah kurang optimalnya persiapan kehamilan, termasuk rendahnya pengetahuan dan keterlibatan suami dalam mendukung kesehatan ibu sejak masa pra-kehamilan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan peran suami pasangan baru menikah dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tanah Datar, Kabupaten Indragiri Hulu, yang merupakan salah satu wilayah lokus stunting. Metode pengabdian dilakukan melalui edukasi sebanyak dua kali pertemuan kepada 43 orang suami pasangan baru menikah dan pasangan belum memiliki anak, menggunakan metode ceramah, diskusi, curah pendapat, serta media infokus dan modul edukasi. Materi yang diberikan meliputi konsep stunting, persiapan kehamilan, kebutuhan ibu hamil, serta peran dan strategi intervensi suami selama masa kehamilan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman suami terkait peran dan tanggung jawab dalam mempersiapkan kehamilan istri, baik dari aspek fisik, psikologis, maupun dukungan terhadap pemeriksaan antenatal. Sebagian besar peserta mampu menjelaskan kembali langkah-langkah pencegahan stunting yang harus dilakukan sejak masa pra-kehamilan. Kegiatan ini penting sebagai upaya promotif dan preventif dalam pencegahan stunting melalui penguatan peran keluarga, khususnya suami, sejak awal siklus kehidupan.
EDUKASI BULLYING VERBAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN ANAK USIA SEKOLAH DI RW 01 KELURAHAN PALAS KOTA PEKANBARU Anisa Yulvi Azni; Nur Aulia; Nadilla Nadilla; Nurul Annisya; Muhammad Evan Adipa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.48732

Abstract

Bullying verbal sering terjadi di lingkungan sekolah dan meskipun tidak meninggalkan luka fisik, dampaknya terhadap kondisi psikologis anak bisa sangat serius. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Masjid RW 01, Kelurahan Palas, Kota Pekanbaru, dengan tujuan membantu anak-anak memahami apa itu bullying verbal, bagaimana bentuknya, dampaknya, dan cara menghadapinya. Sebanyak 27 anak usia sekolah mengikuti kegiatan ini yang dikemas secara interaktif melalui penyuluhan, pemutaran video, dan diskusi ringan. Sebelum dan sesudah kegiatan, anak-anak mengisi kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman mereka. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan yang cukup besar, mulai dari pengertian bullying, contoh perilaku, dampak psikologisnya, hingga cara merespons jika melihat kejadian bullying. Edukasi seperti ini terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya bersikap saling menghargai dan menolak segala bentuk kekerasan verbal. Harapannya, kegiatan serupa bisa terus dilakukan secara rutin di berbagai komunitas untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi anak-anak.
CEGAH CUCI DARAH SEJAK DINI: EDUKASI GAYA HIDUP SEHAT PADA REMAJA Novita Kusumarini; Nur Aulia; Anisa Yulvi Azni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.52596

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) kini menjadi salah satu masalah kesehatan yang tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga mulai mengancam usia remaja. Gaya hidup yang kurang sehat seperti sering mengonsumsi makanan cepat saji, minuman manis, kurang minum air putih, serta jarang berolahraga menjadi faktor risiko utama yang kerap diabaikan oleh remaja. Padahal, kerusakan ginjal seringkali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal dan baru terdeteksi saat kondisinya sudah berat dan memerlukan cuci darah (hemodialisis). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Panti Asuhan Fajar Harapan Pekanbaru dengan sasaran remaja tingkat SMA. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan fungsi ginjal, penyebab kerusakan ginjal, serta gaya hidup yang dapat mencegah terjadinya gagal ginjal. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif dengan bantuan media visual, serta diskusi tanya jawab untuk meningkatkan partisipasi dan pemahaman peserta. Tujuan penyuluhan ini agar para remaja dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan ginjal dan mulai menerapkan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan remaja tentang gaya hidup yang dapat menghindarkan diri dari penyakit gagal ginjal. Kegiatan ini terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja bagaimana menghindari gaya hidup yang beresiko terhadap terjadinya gagal ginjal.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM PENGENDALIAN HIPERTENSI DI DESA TANAH DATAR KABUPATEN INDRAGIRI HULU RIAU Yulianto Yulianto; Deswita Deswita; Nur Aulia; Kustiasih Lestari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.54144

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik di tingkat global maupun nasional. Pengendalian hipertensi memerlukan keterlibatan aktif keluarga sebagai unit terdekat penderita, terutama dalam mendukung perubahan gaya hidup dan kepatuhan pengobatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian keluarga dalam pengendalian hipertensi di Desa Tanah Datar, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Kegiatan dilaksanakan melalui dua kali pertemuan dengan melibatkan 42 keluarga yang memiliki anggota keluarga penderita hipertensi. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan melalui ceramah, diskusi, dan curah pendapat, dengan media presentasi dan modul pengendalian hipertensi. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar hipertensi, komplikasi, perawatan hipertensi dalam keluarga, serta lima tugas keluarga dalam pengendalian hipertensi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemandirian keluarga dalam pengendalian hipertensi, ditandai dengan kemampuan keluarga menjelaskan dan menerapkan upaya pengaturan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, pemantauan kepatuhan minum obat, serta pemberian dukungan psikososial untuk mencegah stres. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis keluarga efektif dalam meningkatkan kemandirian keluarga dalam pengendalian hipertensi dan berpotensi mendukung upaya pencegahan komplikasi hipertensi secara berkelanjutan.
HUBUNGAN ANTARA POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN PERILAKU NEGATIF PADA REMAJA Zulia Rahmadani; Sri Wahyuni; Nur Aulia
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 14, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.14.2.2026.88-101

Abstract

Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perilaku remaja. Pola komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak dapat mendukung terbentuknya perilaku positif, sedangkan komunikasi yang kurang efektif berpotensi memicu perilaku negatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pola komunikasi orang tua dan perilaku negatif remaja. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 285 siswa SMP Negeri 20 Pekanbaru yang dipilih melalui teknik cluster random sampling dengan pemilihan proporsional pada setiap kelas. Sampel dari tiap kelas ditentukan menggunakan proportional stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdiri dari tiga bagian, yaitu karakteristik responden, pola komunikasi orang tua, dan perilaku negatif remaja. Analisis yang digunakan menggunakan uji chi square. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner pola komunikasi orang tua dan perilaku negatif remaja. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 20 Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan responden didominasi remaja usia 14 tahun (35,4%), perempuan (53%), anak kedua (30,2%), serta orang tua berpendidikan terakhir SMA/SMK (41,8%). Pola komunikasi orang tua sebagian besar berada pada kategori fungsional (65,6%), sedangkan perilaku negatif remaja umumnya rendah (67%). Uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pola komunikasi orang tua dan perilaku negatif remaja (p = 0,000). Pada komunikasi fungsional, sebagian besar remaja memiliki perilaku negatif rendah (89,3%), sedangkan pada komunikasi disfungsional mayoritas menunjukkan perilaku negatif tinggi (75,5%). Secara umum, komunikasi orang tua yang lebih baik cenderung diikuti perilaku negatif remaja yang lebih rendah.
Hubungan Durasi Penggunaan Media Sosial dan Literasi Digital Terhadap Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Dedi Kristian Gulo; Masrina Munawarah Tampubolon; Nur Aulia
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.901

Abstract

Remaja merupakan fase perkembangan yang kritis karena terjadi perubahan pesat pada aspek fisik, psikologis, dan sosial, termasuk perkembangan organ reproduksi yang menuntut pemahaman kesehatan reproduksi yang benar sejak dini. Karena topik ini masih dianggap tabu, banyak remaja beralih ke media sosial yang digunakan dalam durasi panjang sebagai sumber informasi. Namun, tidak semua informasi yang diperoleh akurat, sehingga literasi digital menjadi kunci agar remaja mampu mengakses, mengevaluasi, dan  memanfaatkan informasi secara kritis dan bijak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasi menggunakan pendekatan cross-sectional dengan sampel 125 orang siswa yang dipilih menggunakan metode Stratified Random Sampling. Instrument penelitian berupa lembar observasi durasi penggunaan media sosial (durasi penggunaan per hari dan jenis media sosial),  kuesioner literasi digital yang telah diuji validitas dan reliabilitas dan kuesioner pengetahuan kesehatan reproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan media sosial dengan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja (p < 0,05) dan terdapat juga hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan literasi digital dengan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja (p < 0,05).  Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara durasi penggunaan media sosial dan literasi digital dengan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja. Semakin lama penggunaan media sosial, semakin besar peluang memperoleh  informasi kesehatan reproduksi, meskipun dipengaruhi oleh kualitas konten yang diakses. Selain itu, literasi digital berperan dalam membantu remaja memahami dan menilai informasi sehingga dapat meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi secara lebih akurat.