Penguasaan bahasa baku dalam menyampaikan pidato menjadi elemen esensial bagi siswa untuk berkomunikasi efektif di ranah pendidikan, sekaligus membangun rasa percaya diri dalam menyusun dan menyampaikan ide secara terstruktur serta logis. Dengan demikian, bahasa baku turut memperkuat identitas budaya nasional. Akan tetapi, realitas menunjukkan bahwa banyak siswa masih menghadapi kendala dalam menguasai kosa kata formal dan mengendalikan rasa gugup selama latihan pidato di kelas. Penelitian ini menganalisis tantangan serta faktor-faktor penghambat tersebut, sambil mengusulkan solusi seperti peningkatan latihan rekaman mandiri, umpan balik dari rekan secara berpasangan, dan strategi 5L-3T guna meningkatkan kemampuan berpidato siswa melalui penggunaan bahasa baku.
Copyrights © 2026