Hidroponik menjadi salah satu teknik budidaya yang banyak diterapkan oleh petani muda di era pertanian urban. Masalah utama yang dihadapi oleh petani hidroponik di Desa Tegalsari adalah keterbatasan lahan yang membatasi jumlah lubang tanam. Sistem budidaya selada sepenuhnya dilakukan di meja produksi, sehingga dalam satu siklus hanya dapat menghasilkan satu kali panen. Intensifikasi lubang tanam dengan mengadopsi sistem peremajaan sangat berpotensi meningkatkan produktivitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas selada yang dibudidayakan oleh petani hidroponik. Adopsi teknologi ini dilakukan melalui tiga tahap kegiatan, yaitu sosialisasi, demonstrasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan mampu meningkatkan pemahaman petani sebesar 73%. Petani menyatakan sangat setuju sebanyak 53% sedangkan lainnya setuju bahwa produktivitas dan penghasilan akan meningkat sebagai dampak penerapan sistem peremajaan.
Copyrights © 2026