Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana tauhid rububiyah, ibadah, dan pengabdian kepada Allah memengaruhi semangat kuliah, rasa percaya diri, dan pengembangan diri mahasiswa. Penelitian dilakukan secara langsung di lapangan dengan pendekatan studi kasus. Tiga orang mahasiswa FTIK UIN Walisongo Semarang yang diwawancarai secara mendalam. Hasilnya menunjukkan bahwa Ketika mahasiswa menyakini Allah sebagai Pencipta dan Pengatur alam, mereka menganggap kuliah sebagai ibadah. Ibadah dan amal saleh membuat mereka lebih percaya diri karena merasa dilihat dan dihargai oleh Allah. Pengabdian kepada Allah memberikan arah yang jelas dalam mengembangkan potensi diri, yaitu untuk memberi manfaat kepada orang lain dan mencari ridha Allah. Kesimpulannya, keyakinan tauhid yang dihayati dengan sungguh-sungguh dapat menjadi landasan yang kuat bagi mahasiswa untuk belajar dengan tanggung jawab, memiliki harga diri yang sehat, dan mengaktualisasikan diri secara bermakna.
Copyrights © 2026