Daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) dan daun ubi jalar (Ipomoea batatas L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi heksana daun jarak pagar dan daun ubi jalar terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental berbasis laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi heksana kombinasi daun jarak pagar dan daun ubi jalar mampu menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa pada seluruh konsentrasi yang diuji. Pada konsentrasi 20% terbentuk zona hambat sebesar 6 mm yang tergolong kategori sedang. Pada konsentrasi 40% diperoleh diameter zona hambat sebesar 7 mm yang juga tergolong kategori sedang. Sementara itu, pada konsentrasi 60% terbentuk zona hambat sebesar 13 mm yang tergolong kategori kuat. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi fraksi heksana berbanding lurus dengan peningkatan daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fraksi heksana daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) dan daun ubi jalar (Ipomoea batatas L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa, dengan aktivitas terbaik ditunjukkan pada konsentrasi 60% yang menghasilkan zona hambat sebesar 13 mm.
Copyrights © 2026