Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYULUHAN TENTANG PEMANFAATAN TANAMAN TOGA DI KELURAHAN NAPA KECAMATAN ANGKOLA SEATAN KABUPATEN TAPANULI SELATAN Rambe, Muhammad Arsyad E; Harahap, Cory; Manurung, Susi Yanti
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2023): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v7i2.3637

Abstract

Tanaman obat rumah tangga disebut juga obat hidup, TOGA merupakan tanaman atau tumbuhan yang tumbuh secara liar dan sudah mulai dikembangkan dan dibudidayakan oleh masyarakat, dimana tanaman tersebut mempunyai khasiat dan sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengurus posyandu dan masyarakat terhadap pemanfaatan TOGA. Pengabdian masyarakat ini melibatkan 15 ibu-ibu. Alat yang digunakan adalah lembar tes pre-test dan post-test. Metode yang digunakan dalam kegiatan penyadaran ini adalah metode sosialisasi berupa presentasi dengan menggunakan metode power point dan tanya jawab dengan target audiens adalah tenaga kesehatan dan ibu rumah tangga desa Napa kecamatan Angkola Selatan kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan sosialisasi ini terlaksana dengan baik, terbukti dengan kehadiran 15 peserta serta respon dan antusias peserta dalam melakukan sosialisasi, bertanya dan aktif mendiskusikan cara penggunaan TOGA setelah dilakukan analisis. diterapkan, skor pre-test dan post-test keduanya meningkat sebesar 14,1%. Tujuan yang diharapkan tercapai dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Toga dan kegunaannya. Kata kunci: TOGA, Pemanfaatan, Kelurahan Napa.
Ethnomedicine of Medicinal Plants in Napa sub-district, South Angkola district, South Tapanuli district Rambe, Muhammad Arsyad E; Harahap, Cory; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Kesehatan LLDikti Wilayah 1 (JUKES) Vol. 3 No. 2 (2023): Oktober : Health Science
Publisher : LLDIKTI Wilayah 1

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54076/jukes.v3i2.500

Abstract

Ethnomedicine as a method that can be used to explore the use of medicinal plants can be the first step to developing new medicines. The aim of this research is to find out the types of plants used by the people of Napa Village, South Angkola District, South Tapanuli Regency, how to use medicinal plants, and which parts of the plants are used for medicine. Data collection was carried out through observation and interviews. Data was obtained from 5 informants who met the inclusion criteria consisting of 1 traditional leader, 1 health cadre, 1 herbal medicine seller, 2 community leaders. The results of the research obtained data on 35 plants used by the people of Napa Village as medicine. The leaves are the most widely used part. The Ethnomedicine as a method that can be used to explore the use of medicinal plants can be the first step to developing new medicines. The aim of this research is to find out the types of plants used by the people of Napa Village, South Angkola District, South Tapanuli Regency, how to use medicinal plants, and which parts of the plants are used for medicine. Data collection was carried out through observation and interviews. Data was obtained from 5 informants who met the inclusion criteria consisting of 1 traditional leader, 1 health cadre, 1 herbal medicine seller, 2 community leaders. The results of the research obtained data on 35 plants used by the people of Napa Village as medicine. The leaves are the most widely used part. The most widely used processing method is boiling. The Napa Village community uses plants as medicine. Keywords: Ethnomedicine, Plants, Medicine, Napa Village most widely used processing method is boiling. The Napa Village community uses plants as medicine. Keywords: Ethnomedicine, Plants, Medicine, Napa Village
UJI ANTIBAKTERI FRAKSI HEKSANA DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) DAN DAUN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) PADA BAKTERI PSEUDOMONAS AERUGINOSA diningsih, ayus; Novita Sari; Rambe, Muhammad Arsyad E; Mayasari, Dini; Fitriani Dongoran, Rini
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2760

Abstract

Daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) dan daun ubi jalar (Ipomoea batatas L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi heksana daun jarak pagar dan daun ubi jalar terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental berbasis laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi heksana kombinasi daun jarak pagar dan daun ubi jalar mampu menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa pada seluruh konsentrasi yang diuji. Pada konsentrasi 20% terbentuk zona hambat sebesar 6 mm yang tergolong kategori sedang. Pada konsentrasi 40% diperoleh diameter zona hambat sebesar 7 mm yang juga tergolong kategori sedang. Sementara itu, pada konsentrasi 60% terbentuk zona hambat sebesar 13 mm yang tergolong kategori kuat. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi fraksi heksana berbanding lurus dengan peningkatan daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fraksi heksana daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) dan daun ubi jalar (Ipomoea batatas L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa, dengan aktivitas terbaik ditunjukkan pada konsentrasi 60% yang menghasilkan zona hambat sebesar 13 mm.