Quarter-life crisis merupakan isu psikologis yang sering dialami lulusan baru selama fase transisi menuju kedewasaan. Fenomena ini berkaitan erat dengan kapabilitas individu dalam mengeksplorasi identitas diri serta mengelola tekanan eksternal dan internal. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh eksplorasi identitas dan ketahanan (resiliensi) terhadap quarter-life crisis pada lulusan baru Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga. Mengadopsi desain kuantitatif bersifat kausal, penelitian ini mengambil populasi dari lulusan baru UIN Salatiga dengan sampel yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert lima poin, kemudian diuji dengan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis mengungkap pengaruh negatif signifikan dari eksplorasi identitas dan resiliensi terhadap quarter-life crisis. Secara khusus, semakin optimal kemampuan eksplorasi identitas dan tingkat resiliensi, semakin minim risiko mengalami krisis tersebut. Penelitian ini menegaskan peran krusial eksplorasi identitas dan resiliensi dalam mendukung lulusan baru mengatasi tuntutan perkembangan pada tahap awal kedewasaan.
Copyrights © 2026