Tanah dasar sangat penting sebagai pondasi jalan maupun lapisan dasar (subgrade) pada lokasi industri yang memerlukan daya dukung yang relatif tinggi untuk menopang beban kerja operasional kegiatannya yang akan berlangsung. Perbaikan lapisan tanah dasar eksisting (dengan daya dukung CBR < 30%) apabila dilakukan pemadatan dengan metode yang tepat, seperti menggunakan lapisan tipis bauksit (laterite soil) dan penggunaan chemical dengan dosis tepat dan spesifik dapat memberikan hasil yang optimal yaitu dengan daya dukung (nilai CBR lapangan rerata 114,25% (CBR lapangan rencana minimal tercapai > 90%). Pengujian in-situ /CBR lapangan mutlak diperlukan mengontrol hasil perbaikan tanah yang telah dilakukan, namun metode pengujian in-situ lainnya seperti DCP (Dynamic Cone Penetrometer) test merupakan alternatif opsi yang bisa dilakukan dengan pertimbangan metode pengujian relatif cepat, mudah dan relatif murah/ekonomis, sehingga dapat memberikan deskripsi yang baik untuk mengontrol hasil yang diharapkan. Dilain sisi banyak sekali penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa relasi yang relatif baik seperti korelasi nilai DCP dengan nilai CBR menggunakan fungsi logaritmik. Kata kunci : Perbaikan tanah, Tanah Dasar, Perbandingan, CBR, korelasi nilai DCP.
Copyrights © 2026