Tingginya biaya pakan komersial (60%–70% dari operasional) mendegradasi margin keuntungan peternak mikro di Desa Ampekale, Kabupaten Maros. Meskipun masyarakat telah berinisiatif memproduksi pakan mandiri dari limbah lokal, kelangsungan usaha terhambat oleh minimnya literasi keuangan, ketiadaan pembukuan kas, dan keterbatasan legalitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman manajemen keuangan kelompok pakan mandiri melalui pelatihan pencatatan kas, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), pendampingan legalitas Nomor Induk Berusaha (NIB), dan pengemasan produk. Metode pelaksanaan menggunakan sosialisasi interaktif berbentuk ceramah, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan demonstrasi produk melibatkan UPTD PLUT Maros dengan sasaran 16 pelaku usaha. Evaluasi diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test skala Likert 1–5 melalui metode Persentase Indeks (Conditioned Rating Index/CRI). Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman rata-rata peserta secara signifikan sebesar 9,82%. Secara rinci, aspek literasi keuangan meningkat menjadi 98,13%, pembukuan kas 97,5%, manajemen biaya produksi 97,8%, dan keberlanjutan usaha 97,5%. Simpulan kegiatan menunjukkan sosialisasi terbukti sangat efektif meningkatkan kapasitas tata kelola finansial mitra. Direkomendasikan adanya pendampingan berkala intensif agar praktik pembukuan sederhana tetap konsisten guna menjaga stabilitas perputaran modal usaha
Copyrights © 2026