Andi Muhammad Anshar
Universitas Hasanuddin

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN GURU DAN SISWA TENTANG PENGUKURAN EMISI GAS KARBON MONOKSIDA (CO) DAN NITROGEN OKSIDA (NOX) PADA KENDARAAN BERMOTOR Abdul Wahid Wahab; Nursiah La Nafie; Paulina Taba; Yusafir Hala; Maming; Abdul Karim; Andi Muhammad Anshar; Triana Febrianti; Nuritasari Azis
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i3.22908

Abstract

Maros Regency is a crossing area to the city of Makassar. So, transportation facilities to support mobility and community activities in several places to the city of Makassar must go through the town of Maros. Therefore, the number of vehicles that pass through the city of Maros will continue to increase from year to year, which will cause pollution or air pollution for the environment. To achieve beautiful environmental conditions, especially at the location of Senior High School 1 Maros, it is necessary to hold community service by introducing, applying, and utilizing the PEM-9004 tool on motorized vehicles, especially vehicles belonging to students at Senior High School 1 Maros. The test results show that the emission levels of carbon monoxide (CO) gas from students' vehicles are 1.791%, the levels of nitrogen oxides (NOx) and nitrogen monoxide (NO) are seven ppm each, and the gas temperature is 45°C with a test time of 1 minute. The CO concentration is still below the threshold set by the government in the Regulation of the State Minister for the Environment No. 05 of 2006, which is the concentration of CO gas emitted by motor vehicles with gasoline fuel at idle conditions of ≤5.5%.  ---  Kabupaten Maros adalah daerah perlintasan menuju kota Makkassar. Sehingga sarana transportasi untuk menunjang mobilitas dan aktivitas masyarakat di beberapa daerah menuju kota Makassar harus melalui kota Maros. Oleh karena itu, jumlah kendaraan yang melewati kota Maros akan terus meningkat dari tahun ke tahun yang akan menimbulkan pencemaran atau polusi udara bagi lingkungan. Untuk menghasilkan kondisi lingkungan yang asri khususnya di lokasi SMA Negeri 1 Maros maka perlu diadakan pengabdian masyarakat dengan cara pengenalan dan pengaplikasian serta pemanfaatan alat PEM-9004 pada kendaraan bermotor khususnya kendaraan milik siswa di SMA Negeri 1 Maros. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar emisi gas karbon monoksida (CO) dari kendaraan milik siswa adalah 1,791 %, kadar nitrogen oksida (NOx) dan nitrogen monoksida (NO) adalah masing-masing 7 ppm dan temperatur gas 45°C dengan waktu pengujian 1 menit. Konsentrasi CO masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh pemerintah di dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2006 yaitu konsentrasi gas CO yang diemisikan oleh kendaraan bermotor dengan bahan bakar bensin pada kondisi idle ≤5,5%.
Penguatan Kapasitas Petani Garam Ampekale melalui Sosialisasi Pembuatan Garam dengan Metode Green House Salt Tunnel Andi Muhammad Anshar; Maming Maming; Isnawati Osman; Erna Mayasari
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 12, No 1: 2026
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pangabdhi.v12i1.32876

Abstract

Desa Ampekale di kabupaten Maros merupakan salah satu desa di Kabupaten Maros yang memiliki banyak tambak air asin serta garis pantai yang panjang tetapi belum bisa dimanfaatkan secara optimal untuk memproduksi garam Saat kemarau. Garam yang dihasilkan di desa Ampekale belum sesuai dengan standart nasional untuk garam konsumsi sehingga harga jualnya belum bisa diandalkan sebagai mata pencaharian. Agar kualitas garam semakin baik dan produktivitas petambak garam semakin meningkat maka diperlukan adanya penguatan kapasitas petani garam di Desa Ampekale yang dilakukan melalui sosialisasi dengan menggunakan metode ceramah, pemutaran film dan diskusi. seputar penggunaan pembuatan garam secara modern yang salah satunya dilakukan dengan menggunakan Greenhouse Salt Tunnel (GST) sebagai sebuah sistem modern dalam memproduksi garam. Pegetahuan petani garam tentang cara memproduksi garam secara modern setelah dilakukan sosialisasi meningkat sekitar 52% dari sekitar kisaran 25% menjadi 77%.
Pemanfaatan Limbah Kepiting Menjadi Produk yang Bernilai Jual Guna Peningkatan Pendapatan Masyarakat Pesisir di Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa Rinduwati Rinduwati; Erna Mayasari; Andi Muhammad Anshar; Hardianti Hardianti
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 12, No 1: 2026
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pangabdhi.v12i1.32859

Abstract

Desa Ampekale merupakan salah satu daerah di Kabupaten Maros yang banyak terdapat kelompok pengelola kepiting rajungan. Di daerah ini banyak masyarakat yang mengelola kepiting, utamanya kepiting rajungan. Peningkatan produksi daging kepiting dari kegiatan pengelolaan kepiting rajungan berpotensi menyebabkan penumpukan limbah cangkang kepiting.  Adanya penumpukan ini dapat menjadi masalah serius terhadap lingkungan. Cangkang kepiting yang menumpuk dan tidak dikelola dengan baik di sekitar rumah warga dapat menimbulkan berbagai masalah lingkungan. Agar permasalahan terkait limbah cangkang kepiting dapat diatasi maka diperlukan pengelolaan limbah cangkang kepiting yang ada disekitar rumah warga. Salah satu bentuk pengelolaannya adalah dengan mengolah cangkang kepiting menjadi pakan ternak. Untuk memperoleh pakan ternak yang baik dari limbah cangkang kepiting maka diperlukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan pakan serta penguatan manajemen pada kelompok pengelola cangkang. Dari kegiatan pengelolaan cangkang kepiting ini maka dihasilkan sebanyak 100 kg tepung cangkang kepiting, 50 kg pakan ikan dan 50 kg pakan ayam serta 1 buah buku untuk membukukan keuangan pada pengelolaan cangkang kepiting.Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegitan ini sehingga diperlukan kegiatan lanjutan tahun depan untuk kegiatan ini.