SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
Vol. 6 No. 2 (2026)

EVALUASI PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI SE-SURABAYA BERDASARKAN STANDAR KURIKULUM MERDEKA PASCAMASA PANDEMI COVID-19

Muhammad Fikri (Universitas Negeri Surabaya)
Sri Mastuti Purwaningsih (Universitas Negeri Surabaya)



Article Info

Publish Date
21 Jun 2026

Abstract

ABSTRACT This qualitative evaluative study investigates the implementation of history learning assessments across state senior high schools in Surabaya during the 2022/2023 to 2024/2025 academic years, which faced initial constraints due to the COVID-19 pandemic. Using the CIPP evaluation model, integrated with frameworks for differentiated learning and Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), this research evaluates the alignment of these assessments with the Merdeka Curriculum standards. Data were gathered through document reviews and interviews with history teachers and students at State Senior High Schools 7, 8, 11, 15, and 20 in Surabaya. The findings reveal an overall compliance rate of 87%, indicating that the assessments have not yet fully met curriculum expectations. Specifically, while the evaluation structure aligned with the CIPP model, differentiated learning strategies were only partially executed, and technology adoption remained limited to a complementary role rather than being fully integrated into the assessment process. Consequently, the study concludes that fostering a robust culture of reflection among all educational stakeholders is essential for bridging these gaps, improving evaluation practices, and achieving full alignment with the mandated curriculum standards. ABSTRAK Penelitian evaluatif kualitatif ini mengkaji implementasi asesmen pembelajaran sejarah di Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri di seluruh Surabaya selama tahun ajaran 2022/2023 hingga 2024/2025, yang sempat menghadapi kendala awal akibat pandemi COVID-19. Dengan menggunakan model evaluasi CIPP yang diintegrasikan dengan kerangka pembelajaran berdiferensiasi dan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), penelitian ini mengevaluasi keselarasan asesmen tersebut dengan standar Kurikulum Merdeka. Data penelitian diperoleh melalui kajian dokumen serta wawancara dengan guru sejarah dan siswa di SMA Negeri 7, 8, 11, 15, dan 20 Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian keseluruhan sebesar 87%, yang mengindikasikan bahwa pelaksanaan asesmen belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi kurikulum. Secara spesifik, meskipun struktur evaluasi telah selaras dengan model CIPP, strategi pembelajaran berdiferensiasi baru diterapkan sebagian, dan pemanfaatan teknologi masih terbatas sebagai elemen pelengkap alih-alih terintegrasi secara penuh dalam proses asesmen. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa penumbuhan budaya refleksi yang kuat di antara seluruh pemangku kepentingan pendidikan sangat esensial untuk menjembatani kesenjangan tersebut, meningkatkan praktik evaluasi, serta mencapai keselarasan penuh dengan standar kurikulum yang diamanatkan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

social

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan ...