Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Untuk Menyelesaikan Tugas Sejarah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Angkatan 2024 Universitas Negeri Surabaya Citra Melinda Daryanti; Sri Mastuti Purwaningsih
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan AI oleh mahasiswa dan sejauh mana mereka menggunakannya secara etis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi, serta melibatkan mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya Angkatan 2024 sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi angket, wawancara mendalam, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh mahasiswa yang diteliti secara aktif menggunakan AI sebagai alat bantu untuk menyelesaikan tugas sejarah. Jika dilihat dari tingkat kognitif Taksonomi Lorin W. Anderson, sebagian besar mahasiswa memiliki kemampuan kognitif hanya sampai pada level C3. Hal ini dapat dilihat dari prompt yang mereka ketikkan dimana mereka belum bisa membuat prompt yang bertingkat, mereka hanya menambahkan sedikit informasi saja. Analisis dengan Taksonomi SOLO mengindikasikan bahwa mayoritas mahasiswa berada pada tingkat multistruktural. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan AI sebagai alat bantu dalam mengerjakan tugas-tugas sejarah Mahasiswa perlu didampingi untuk menjadikan AI bukan sekadar alat bantu teknis, melainkan bagian dari proses pembelajaran metakognitif yang kritis dan bertanggung jawab.
Pengaruh Media E-Scrapbook Terhadap Kemampuan Literasi Digital Siswa Pada Pembelajaran Sejarah di SMK Mahardhika Surabaya Rahmah Maulida Auliya; Sri Mastuti Purwaningsih
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 11 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v12i1.8320

Abstract

Rendahnya minat siswa terhadap pembelajaran sejarah, terutama pada siswa SMK karena dianggap membosankan dan banyak hafalan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) biasanya berpusat pada pengembangan keterampilan vokasional. Siswa harus memiliki kemampuan literasi digital untuk menyaring dan menilai berbagai informasi sejarah yang tersedia di internet. Namun, pembelajaran sejarah masih sering didominasi oleh penggunaan media konvensional sehingga belum sepenuhnya mendukung literasi digital. Oleh karena itu, media pembelajaran yang lebih interaktif dan inovatif sangat diperlukan salah satu contohnya adalah e-scrapbook. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media pembelajaran e-scrapbook terhadap kemampuan literasi digital siswa dalam pembelajaran sejarah di SMK Mahardhika Surabaya. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dan menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain nonequivalent control group desain. Terdapat 27 siswa kelas eksperimen dan 28 siswa kelas kontrol dalam sampel. Data dikumpulkan melalui angket, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji independen T-test, uji N-gain dan effect size. Hasil uji independen T-test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil uji N-gain menunjukkan kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata (mean) sebesar 78%, yang menunjukkan kategori efektif dan tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan effect size diperoleh nilai sebesar 1,602. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran e-scrapbook terbukti sangat berpengaruh dan efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi digital siswa pada pembelajaran sejarah.
EVALUASI PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI SE-SURABAYA BERDASARKAN STANDAR KURIKULUM MERDEKA PASCAMASA PANDEMI COVID-19 Muhammad Fikri; Sri Mastuti Purwaningsih
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11165

Abstract

ABSTRACT This qualitative evaluative study investigates the implementation of history learning assessments across state senior high schools in Surabaya during the 2022/2023 to 2024/2025 academic years, which faced initial constraints due to the COVID-19 pandemic. Using the CIPP evaluation model, integrated with frameworks for differentiated learning and Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), this research evaluates the alignment of these assessments with the Merdeka Curriculum standards. Data were gathered through document reviews and interviews with history teachers and students at State Senior High Schools 7, 8, 11, 15, and 20 in Surabaya. The findings reveal an overall compliance rate of 87%, indicating that the assessments have not yet fully met curriculum expectations. Specifically, while the evaluation structure aligned with the CIPP model, differentiated learning strategies were only partially executed, and technology adoption remained limited to a complementary role rather than being fully integrated into the assessment process. Consequently, the study concludes that fostering a robust culture of reflection among all educational stakeholders is essential for bridging these gaps, improving evaluation practices, and achieving full alignment with the mandated curriculum standards. ABSTRAK Penelitian evaluatif kualitatif ini mengkaji implementasi asesmen pembelajaran sejarah di Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri di seluruh Surabaya selama tahun ajaran 2022/2023 hingga 2024/2025, yang sempat menghadapi kendala awal akibat pandemi COVID-19. Dengan menggunakan model evaluasi CIPP yang diintegrasikan dengan kerangka pembelajaran berdiferensiasi dan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), penelitian ini mengevaluasi keselarasan asesmen tersebut dengan standar Kurikulum Merdeka. Data penelitian diperoleh melalui kajian dokumen serta wawancara dengan guru sejarah dan siswa di SMA Negeri 7, 8, 11, 15, dan 20 Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian keseluruhan sebesar 87%, yang mengindikasikan bahwa pelaksanaan asesmen belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi kurikulum. Secara spesifik, meskipun struktur evaluasi telah selaras dengan model CIPP, strategi pembelajaran berdiferensiasi baru diterapkan sebagian, dan pemanfaatan teknologi masih terbatas sebagai elemen pelengkap alih-alih terintegrasi secara penuh dalam proses asesmen. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa penumbuhan budaya refleksi yang kuat di antara seluruh pemangku kepentingan pendidikan sangat esensial untuk menjembatani kesenjangan tersebut, meningkatkan praktik evaluasi, serta mencapai keselarasan penuh dengan standar kurikulum yang diamanatkan.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Baamboozle terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI di SMA Negeri Bareng Jombang Dwi Akbar Wahyuni; Sri Mastuti Purwaningsih
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i4.4842

Abstract

Rendahnya motivasi belajar siswa pada pembelajaran sejarah menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran belum sepenuhnya mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan motivasi belajar antara siswa yang menggunakan media pembelajaran baamboozle dan pembelajaran konvensional serta mengetahui besarnya pengaruh penggunaan media tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe non-equivalent pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri atas 66 siswa kelas XI SMA Negeri Bareng Jombang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan 33 siswa sebagai kelas eksperimen dan 33 siswa sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan angket motivasi belajar, angket respons siswa, dan lembar observasi, kemudian dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji Independent Samples t-test, dan uji effect size (Cohen's d). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,017 (p < 0,05). Nilai effect size sebesar 0,60 menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran baamboozle memberikan pengaruh pada kategori sedang terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran baamboozle efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran sejarah berbasis Game Based Learning untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
Etika Akademik Penggunaan AI Dalam Penulisan Tugas Bagi Mahasiswa Sejarah Sajana Putri Afida; Sri Mastuti Purwaningsih
Efektor Vol 13 No 1 (2026): Efektor Vol.13 No.1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v13i1.28705

Abstract

Perkembangan teknologi berbasis AI berdampak besar pada berbagai aspek termasuk Pendidikan, khususnya Chatgpt. Kehadiran Chatgpt memudahkan mahasiswa dalam memperoleh informasi dengan cepat. Namun hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait kepatuhan terhadap etika akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman dan penerapan etika akademik mahasiswa dalam penggunaan Chatgpt pada penulisan tugas sejarah berbasis AI Chatgpt. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa sejarah Universitas Negeri Surabaya angkatan 2023 dan 2024. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mahasiswa memanfaatkan Chatgpt sebagai alat bantu penulisan dan telah mengetahui prinsip etika penggunaan AI. Namun dalam penerapan etika tersebut belum sepenuhnya dijalankan. Analisis menggunakan taksonomi SOLO mengungkapkan bahwa pemahaman mahasiswa berada pada tingkatan prastruktural (rendah) hingga relasional (tinggi) dan belum ada yang mencapai tingkatan abstrak diperluas. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat pemahaman mahasiswa sudah mencapai tingkatan tinggi, masih terdapat potensi pelanggaran etika pada mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan penguatan integrasi literasi etika akademik dalam penggunaan AI pada proses pembelajaran.
JELAJAH KOTA LAMA SURABAYA SEBAGAI STRATEGI MENARIK MINAT BELAJAR GENERASI Z Aza Laili Amalia; Sri Mastuti Purwaningsih
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.14014

Abstract

The research is motivated by students’ low interest in history learning, which is often perceived as monotonous, textual, and less relevant to their daily lives. Kota Lama Surabaya, as a historical area, has strong potential to be used as a contextual learning medium because it preserves colonial traces, the development of a port city, and the social dynamics of Surabaya in the past. This study aims to analyze the design and implementation of history learning through outdoor learning at historical sites, identify the challenges and supporting factors faced by teachers, and examine students’ responses to outdoor learning activities. This research employed a qualitative method with data collected through observation, in-depth interviews, questionnaires, and documentation. The research subjects consisted of history teachers from SMA Kartika IV–3 Surabaya, SMAN 8 Surabaya, SMAN 19 Surabaya, SMA Hang Tuah 1 Surabaya, and SMKN 5 Surabaya, as well as several students as supporting informants. The findings show that outdoor learning at historical sites provides students with a more concrete, visual, contextual, and engaging learning experience. Students responded positively through various activities, such as site observation, group discussion, note-taking, photo and video documentation, vlog production, paper writing, digital poster creation, and presentation. However, the implementation still faces several obstacles, including cost, school permission, transportation, weather conditions, limited teacher supervision, limited visiting time, and differences in students’ levels of interest. With systematic planning, teacher assistance, clear student worksheets, and well-managed field activities, outdoor learning in Kota Lama Surabaya has the potential to become an effective history learning strategy to increase Generation Z’s interest in learning history. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya ketertarikan siswa terhadap pembelajaran sejarah yang sering dianggap monoton, tekstual, dan kurang relevan dengan kehidupan peserta didik. Kota Lama Surabaya sebagai kawasan bersejarah memiliki potensi sebagai media belajar kontekstual karena menyimpan jejak kolonial, perkembangan kota pelabuhan, serta dinamika sosial masyarakat Surabaya pada masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rancangan dan pelaksanaan pembelajaran sejarah berbasis outdoor learning di situs sejarah, mengidentifikasi tantangan serta faktor pendukung yang dihadapi guru, dan mengetahui respons siswa terhadap kegiatan pembelajaran luar kelas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, angket, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru sejarah dari SMA Kartika IV–3 Surabaya, SMAN 8 Surabaya, SMAN 19 Surabaya, SMA Hang Tuah 1 Surabaya, dan SMKN 5 Surabaya, serta beberapa siswa sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran luar kelas di situs sejarah mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih konkret, visual, kontekstual, dan tidak membosankan. Siswa menunjukkan respons positif melalui kegiatan observasi, diskusi, pencatatan informasi, dokumentasi foto atau video, pembuatan vlog, makalah, poster digital, dan presentasi. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa biaya, perizinan, transportasi, cuaca, keterbatasan guru pendamping, waktu kunjungan, dan perbedaan tingkat ketertarikan siswa. Dengan perencanaan yang sistematis, pendampingan guru, LKPD yang jelas, dan pengelolaan kegiatan lapangan yang matang, outdoor learning di Kota Lama Surabaya berpotensi menjadi strategi pembelajaran sejarah yang efektif untuk menarik minat belajar Generasi Z.