Latar belakang penelitian adanya urgensi mendorong siswa pendidikan nonformal untuk melanjutkan studi di luar negeri di tengah kurangnya akses informasi dan kesiapan akademis. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji bagaimana siswa yang mengikuti program kesetaraan Paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) termotivasi untuk belajar di luar negeri melalui dukungan keluarga dan tutor mereka. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian terdiri dari siswa Paket C, tutor, dan orang tua siswa yang mengikuti proses pendidikan nonformal. Analisis interaktif Miles dan Huberman digunakan untuk mengkaji data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bagaimana dukungan keluarga dapat meningkatkan kepercayaan diri dan orientasi belajar siswa melalui faktor emosional, praktis, dan informasional. Tutor menawarkan saran akademis, teknik belajar, dan detail pilihan studi luar negeri. Kesimpulannya menyoroti betapa pentingnya bagi keluarga dan tutor untuk bekerja sama lebih erat guna membantu persiapan anak-anak pendidikan nonformal untuk memanfaatkan peluang studi internasional.
Copyrights © 2026