Risiko kecelakaan kerja masih menjadi tantangan dalam upaya perlindungan tenaga kerja sehingga diperlukan sistem perlindungan jaminan sosial yang mampu memberikan rasa aman sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih selamat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perlindungan jaminan sosial terhadap risiko kecelakaan kerja pada peserta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 pekerja yang terdiri atas penerima upah dan bukan penerima upah di Kota Gorontalo. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan kepesertaan, kecukupan manfaat, aksesibilitas layanan, efisiensi serta kecepatan layanan, dan fungsi mitigasi risiko memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan upaya keselamatan dan kesehatan kerja. Di sisi lain, peningkatan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja terbukti menurunkan tingkat risiko kecelakaan kerja. Pengaruh perlindungan jaminan sosial terhadap risiko kecelakaan kerja terjadi baik secara langsung maupun melalui peran keselamatan dan kesehatan kerja sebagai variabel mediasi. Secara simultan, model penelitian mampu menjelaskan 59,9% variasi risiko kecelakaan kerja, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan perlindungan jaminan sosial melalui perluasan kepesertaan, peningkatan manfaat, kemudahan akses layanan, kualitas pelayanan, dan mitigasi risiko berkontribusi dalam menekan risiko kecelakaan kerja serta mendukung terciptanya perlindungan tenaga kerja yang lebih efektif.
Copyrights © 2026