Pulau Jawa memiliki kerentanan seismik yang tinggi akibat dinamika subduksi ortogonal Megathrust Sunda dan aktivitas sesar darat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara kuantitatif parameter magnitudo dan kedalaman, serta memetakan persebaran spasial gempa bumi (M ≥ 4.5) di wilayah Jawa selama tahun 2024. Metode deskriptif eksploratif diaplikasikan dengan mengekstraksi 69 data sekunder dari katalog United States Geological Survey (USGS). Pemrosesan statistik dieksekusi menggunakan perangkat lunak jamovi, sedangkan visualisasi spasial dipetakan melalui QGIS. Hasil analisis menunjukkan aktivitas seismik didominasi oleh gempa dangkal (< 60 km) dengan frekuensi puncak pada magnitudo 4.5. Secara spasial, episenter terkonsentrasi membentuk klaster memanjang di perairan selatan Jawa yang memperlihatkan gradasi kedalaman penunjaman ke arah utara, serta sebaran sekunder di daratan. Temuan dominasi gempa dangkal ini mengonfirmasi ancaman bahaya ganda, sehingga menegaskan urgensi penguatan sistem peringatan dini tsunami pesisir dan penerapan ketat standar bangunan tahan gempa di kawasan urban.
Copyrights © 2026